Momen Krusial di PKBM Nurul Furqon 120 Peserta Didik Berjuang Raih Ijazah Kesetaraan
Kawarang, RBO – Sabtu 25 April 2026 Suasana khidmat sekaligus penuh optimisme menyelimuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurul Furqon pekan ini.
Lembaga pendidikan non-formal yang dikenal berdedikasi tinggi dalam mengentaskan putus sekolah ini tengah menyelenggarakan Ujian Kelulusan (Asesmen Sumatif Akhir) bagi para peserta didiknya.
Tahun ini, sebanyak 120 peserta dari berbagai jenjang pendidikan—mulai dari Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), hingga Paket C (setara SMA)—berkumpul untuk membuktikan hasil belajar mereka selama ini.
Meski berasal dari latar belakang yang beragam, para peserta tampak kompak mengenakan atribut ujian dengan rapi.
Angka 120 peserta ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan sebagai jalur alternatif yang kualitasnya kian diakui negara.
Beberapa peserta merupakan remaja usia sekolah, namun tak sedikit pula orang dewasa yang sudah bekerja yang ingin memperbaiki taraf hidup dan jenjang karier mereka melalui ijazah resmi.
Kepala PKBM Nurul Furqon, Ahmad Bajuri, meninjau langsung jalannya pelaksanaan ujian di ruang-ruang kelas. Dengan senyum khasnya, beliau memberikan motivasi kepada para peserta sebelum lembar soal dibagikan.
“Ujian ini bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan selembar kertas. Ini adalah pembuktian diri bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kami di PKBM Nurul Furqon berkomitmen agar 120 peserta ini bisa lulus dengan kompetensi yang mumpuni dan siap terjun ke masyarakat atau melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujar Ahmad Bajuri.
Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan ujian tahun ini dirancang sedemikian rupa agar berjalan jujur, transparan, dan nyaman bagi para peserta, mengingat kondisi psikologis peserta didik non-formal yang unik.
Pihak sekolah berharap, setelah melewati proses evaluasi ini, para lulusan PKBM Nurul Furqon tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga kepercayaan diri yang baru. Ahmad Bajuri menekankan bahwa alumni Nurul Furqon harus mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia akademik.
”Kami ingin menghapus stigma bahwa sekolah paket itu ‘pilihan kedua’. Di sini, di bawah bimbingan para tutor hebat, mereka mendapatkan kualitas ilmu yang setara dengan sekolah formal,” pungkas Ahmad Bajuri menutup sesi wawancara.
Dengan terlaksananya ujian ini, PKBM Nurul Furqon kembali mengukuhkan perannya sebagai pilar penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, satu ijazah dalam satu waktu. (Iyus)
