Wabup Katamso Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Perkuat Sarana Persampahan
TANJAB BARAT, RBO – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus memperkuat upaya pengurangan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., saat menghadiri Bimbingan Teknis Pengurangan Sampah dan Pembinaan Kelompok Masyarakat di Hotel Masakini Syariah Kuala Tungkal, Kamis (10/9/2026).
Dalam arahannya, Wabup Katamso menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan persoalan persampahan di Tanjung Jabung Barat.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat turut berdampak terhadap peningkatan timbulan sampah. Dengan pertumbuhan ekonomi daerah sekitar 5,21 persen, timbulan sampah diperkirakan mencapai 5,5 ton per hari, sementara yang baru tertangani sekitar 33 persen.
“Di balik pertumbuhan ekonomi tersebut terdapat konsekuensi yang harus kita kelola bersama, salah satunya meningkatnya timbulan sampah,” ujar Wabup.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah tidak boleh hanya berorientasi pada pengumpulan dan pengangkutan, tetapi harus diarahkan menjadi bagian dari ekonomi sirkular yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami ingin pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada kegiatan pengumpulan dan pengangkutan, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi sirkular. Sampah harus dipandang sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai ekonomi dan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat,” ungkapnya.
Wabup Katamso mencontohkan pengolahan sampah menjadi paving block yang telah dilakukan masyarakat di salah satu lokasi pengolahan sampah di Tanjung Jabung Barat.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik dan didukung sarana yang memadai.
Karena itu, Pemkab Tanjung Jabung Barat masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat, terutama berupa mesin pemilah, mesin pencacah, dan sarana pengolahan sampah lainnya.
Selain penguatan sarana, pemerintah daerah juga terus mendorong pembentukan dan pengembangan kelompok masyarakat di sejumlah kecamatan agar mampu mengelola dan memanfaatkan sampah secara mandiri serta berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan motor roda tiga dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendukung operasional pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Katamso berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Pemkab Tanjung Jabung Barat juga menyiapkan rencana pembangunan depo sampah di kawasan pintu masuk Kuala Tungkal, sekitar terminal. Depo tersebut akan menjadi tempat pengumpulan sementara sebelum sampah diangkut ke tempat pemrosesan akhir.
Menurut Wabup Katamso, keberadaan depo diharapkan membuat sistem pengangkutan sampah lebih efektif dan efisien.
Pemkab juga mempertimbangkan pola kerja sama atau penyewaan kendaraan pengangkut sebagai alternatif untuk menjaga kesinambungan pelayanan persampahan.
Menutup arahannya, Wabup Katamso mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.
Usai arahan Wabup Katamso, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB Dapil Jambi, Elpisina, S.Sos., M.Si., menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Elpisina menegaskan, persoalan sampah saat ini bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, tetapi telah menjadi persoalan lingkungan dan pemerintahan yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
Ia mengajak pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya membangun kesadaran bersama dalam mengendalikan sampah.
Menurutnya, penanganan harus dimulai dari tingkat paling bawah dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Persoalan sampah harus kita tangani secara bersama-sama. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha maupun seluruh pemangku kepentingan harus memiliki kepedulian yang sama,” ujar Elpisina.
Ia juga mengapresiasi upaya Pemkab Tanjung Jabung Barat dalam menyediakan sarana dan prasarana persampahan. Di tengah keterbatasan keuangan daerah, pemerintah daerah didorong untuk terus berinovasi serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat.
Elpisina berharap hasil bimtek tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengendali Dampak Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Ayu Wulandari, S.T., Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB Dapil Jambi Elpisina, S.Sos., M.Si., Ketua Dewan Syura DPC PKB Tanjung Jabung Barat H. Subari, S.Ag., Sekretaris Dewan Syura DPC PKB Tanjung Jabung Barat Baharudin, S.H., Ketua DPC PKB Tanjung Jabung Barat Muhammad Zaki, S.T., Ketua DKC Garda Bangsa Ahmad Ruzein, S.Sos., Ketua DPC Perempuan Bangsa Hj. Nur Asiah, S.Pd.I., Ketua DPAC beserta jajaran DPRT se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta para undangan lainnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Tanjung Jabung Barat berharap kapasitas kelompok masyarakat semakin meningkat dan mampu mendorong pengelolaan sampah yang mandiri, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. (YS)
