Disdikbud Subang Percepat Sinergi Tiga Pilar di Jenjang Pendidikan SD
SUBANG, RBO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang terus memperkuat implementasi tiga pilar pendidikan di jenjang Sekolah Dasar (SD) melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Subang, Apud Setiawan,S.T.,M.M, menegaskan bahwa penerapan tiga pilar pendidikan saat ini memasuki fase akselerasi.
Menurutnya, keberhasilan program pendidikan tidak dapat berjalan optimal tanpa kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, serta dukungan masyarakat dan sektor swasta.
“Implementasi tiga pilar pendidikan di Kabupaten Subang saat ini berada pada fase percepatan. Sinergi antar pihak harus terus diperkuat agar kebijakan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa di dalam kelas,” ujarnya.
Disdikbud Subang memandang sekolah bukan sekadar tempat berlangsungnya proses belajar formal, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi dalam membangun generasi unggul.
Dalam konsep tersebut, keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan emosional dan pemenuhan gizi anak, sementara masyarakat berkontribusi melalui penguatan nilai budaya serta dukungan sumber daya pendidikan.
Sebagai bentuk konkret penguatan program, Disdikbud Kabupaten Subang meluncurkan sejumlah langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik dan penguatan kualitas layanan pendidikan.
Beberapa program unggulan yang telah dijalankan di antaranya inovasi kurikulum berbasis ekologi dan kearifan lokal melalui program Sekolah Adiwiyata, digitalisasi manajemen dan pembelajaran, penguatan karakter dan kesejahteraan siswa, hingga transformasi kompetensi tenaga pendidik.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Disdikbud Subang berharap ekosistem pendidikan dasar di Kabupaten Subang semakin inklusif, modern, dan mampu mencetak generasi muda yang cerdas, berdaya saing, serta memiliki karakter kuat sesuai nilai budaya lokal. (A.Wahyudin)
