Aset Negara Jadi Bangkai, Mesin Mobil Dinas Dinsos Kota Tasikmalaya Diduga Raib Misterius
TASIKMALAYA, RBO – Praktik pengelolaan aset di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya kini tengah menjadi sorotan tajam.
Sebuah kendaraan dinas jenis Toyota Avanza milik Dinas Sosial (Dinsos) ditemukan mangkrak tak terurus di halaman parkir perkantoran pemerintah dengan kondisi yang sangat mencurigakan. Mesinnya diduga telah hilang.
Berdasarkan investigasi di lapangan, kendaraan yang dulunya merupakan mobil operasional penting ini tampak kusam dan tertutup debu, menjadi saksi bisu lemahnya pengawasan barang milik daerah.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa petaka mobil dinas ini bermula pada tahun 2021. Saat itu, kendaraan tersebut mengalami kerusakan mesin berat saat melakukan perjalanan dinas menuju Bandung.
Kejanggalan mulai mencuat pasca pergantian pejabat di internal Dinsos. Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan adanya perbedaan kondisi aset saat transisi jabatan dari Pak Deni (Kabid lama) ke Pak Andis (Kabid baru) yang kini menjabat Sekretaris Dinas Sosial.
“Waktu Kabidnya masih Pak Deni, pajak mobil masih bisa diproses karena meski rusak, mesinnya masih ada. Namun sejak tahun 2022, saat kepemimpinan berganti ke Pak Andis, pajak tidak bisa lagi diperpanjang karena fisik mesinnya sudah tidak ada,” ungkap sumber tersebut kepada awak media, Jumat (13/03/2026).
Hilangnya komponen vital kendaraan negara ini memicu spekulasi liar. Muncul dugaan kuat bahwa mesin asli mobil tersebut tidak sekadar dilepas untuk diperbaiki, melainkan sengaja dihilangkan atau bahkan dijual oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Mesin aslinya entah di mana sekarang. Kalaupun diganti, mesin lamanya harus tetap ada sebagai barang inventaris negara. Ini yang harus ditelusuri, apakah dijual atau hilang, karena administrasinya menjadi gelap,” tambahnya.
Menanggapi fenomena ini, Asep K salah seorang pemerhati kebijakan publik di Tasikmalaya menegaskan bahwa persoalan ini adalah masalah serius yang menyangkut uang rakyat. Ia mendesak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk segera turun tangan.
“Aset negara itu dibeli pakai pajak rakyat, harus dipertanggungjawabkan fisik maupun administrasinya. BPKAD harus melakukan audit investigatif terhadap riwayat perbaikan mobil ini. Jika ada penggantian mesin, mana dokumen resminya dan di mana mesin lamanya?” tegasnya.
Hingga laporan ini disusun, pihak Dinas Sosial Kota Tasikmalaya belum memberikan klarifikasi resmi terkait raibnya mesin kendaraan dinas tersebut.
Publik kini menanti keberanian Inspektorat dan BPKAD untuk membongkar teka-teki “bangkai” Avanza di halaman parkir tersebut agar tidak menjadi preseden buruk pengelolaan aset daerah. (Tim)
