130 Peserta Ikuti Kejuaraan Lempar Pisau dan Kampak Bupati Sumedang Cup Vol. 1 Tahun 2026
Sumedang, RBO – Kabupaten Sumedang kembali mencatat sejarah baru dalam pengembangan olahraga alternatif dengan menjadi tuan rumah Kejuaraan Lempar Pisau dan Kampak Bupati Sumedang Cup Vol. 1 Tahun 2026
Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir membuka kegiatan Kejuaraan Lempar Pisau dan Kampak Bupati Sumedang Cup Vol. 1 Tahun 2026 yang bertempat di kawasan Tahura Gunung Kunci, Sabtu (30/5/2026).
Kejuaraan yang diikuti oleh 130 orang peserta dari berbagai daerah seperti Jakarta, Depok, Bandung, Pangandaran, Tangerang Selatan, Garut, Sumedang hingga anggota Brimob dilaksanakan selama dua hari, 30–31 Mei 2026.
Dijelaskan Dony, olahraga lempar pisau dan kampak merupakan cabang olahraga yang unik dan menantang serta memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumedang.
“Saya bangga karena Sumedang mampu menjadi tuan rumah sekaligus pelopor penyelenggaraan event seperti ini. Mudah-mudahan kejuaraan ini menjadi agenda rutin tahunan yang semakin besar, semakin profesional, dan semakin diminati masyarakat,” katanya.
Bupati Dony menyampaikan bahwa Kejuaraan Lempar Pisau dan Kapak Bupati Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi dan peningkatan kemampuan para atlet.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari try out dan proses pembelajaran. Tidak akan ada perbaikan tanpa adanya latihan dan evaluasi yang terus-menerus. Melalui kejuaraan ini, para atlet dilatih untuk meningkatkan konsentrasi, ketepatan, disiplin, serta kemampuan mengendalikan diri dalam setiap pertandingan,” ujarnya.
Bupati juga berharap Kabupaten Sumedang mampu menorehkan prestasi terbaik dalam cabang olahraga lempar pisau dan kapak.
“Mudah-mudahan Sumedang bisa menjadi juara. Namun yang lebih penting, dalam setiap kompetisi kita harus menjadi the winner and the learner ada yang menjadi pemenang dan ada yang belajar. Baik yang menang maupun yang belum berhasil, semuanya mendapatkan pengalaman berharga untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan di masa yang akan datang,” katanya.
Menurutnya, olahraga tidak hanya membentuk fisik dan mental yang tangguh, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi para pelakunya.
“Kejuaraan ini harus menjadi momentum yang membahagiakan. Kebahagiaan sejatinya berada dalam kendali diri kita sendiri. Ketika kita mau terus belajar, berlatih, dan bersyukur atas setiap proses yang dijalani, maka kita akan menemukan kebahagiaan sekaligus meraih prestasi,” pungkasnya. (Nbbn)
