Visitasi Lomba Perpustakaan Desa 2026, Perpustakaan Tanjung Tayas Bidik Peningkatan Kualitas Literasi Masyarakat
TANJUNG JABUNG BARAT, RBO — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan visitasi ke Perpustakaan Desa Tanjung Tayas, Kecamatan Tungkal Ulu, pada 23–24 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penilaian Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2026.
Visitasi ini dilakukan untuk menilai kualitas pengelolaan dan penyelenggaraan perpustakaan desa, mencakup aspek kelembagaan, pengelolaan koleksi buku, pelayanan kepada masyarakat, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga inovasi dalam pengembangan layanan perpustakaan.
Selain sebagai bagian dari penilaian lomba, kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi dan pembinaan untuk mendorong perpustakaan desa agar semakin berkembang, profesional, dan mampu memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.
Keberadaan perpustakaan desa dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan budaya baca, memperluas wawasan, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan masyarakat pedesaan.
Kades Tanjung Tayas: Gedung Perpustakaan Mandiri Menjadi Kebutuhan Penting
Kepala Desa Tanjung Tayas, Supratman, S.Pd., saat dikonfirmasi pada Selasa (27/10/2026), menyampaikan bahwa desanya setiap tahun berhasil masuk dalam lima besar perpustakaan desa terbaik se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Menurut Supratman, pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah desa bersama pengurus perpustakaan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan serta melengkapi berbagai kebutuhan pendukung penyelenggaraan perpustakaan.
“Sehubungan desa kami setiap tahun masuk dalam lima besar perpustakaan desa terbaik se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat, maka dari itu kami bersama pengurus perpustakaan desa terus berupaya meningkatkan kualitasnya. Setiap ada lomba perpustakaan, salah satu poin penting yang harus dipenuhi adalah adanya gedung perpustakaan desa yang mandiri,” ungkap Supratman.
Ia menjelaskan, keberadaan gedung perpustakaan yang berdiri secara mandiri merupakan salah satu kebutuhan penting untuk menunjang penyelenggaraan layanan perpustakaan secara lebih optimal.
Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat memperoleh ilmu pengetahuan, membaca, dan mengembangkan wawasan.
Transparansi Kegiatan Menjadi Perhatian Pemerintah Desa
Terkait pelaksanaan kegiatan pembangunan, Supratman juga menegaskan bahwa pihak pemerintah desa telah melaksanakan transparansi dengan menyediakan papan informasi kegiatan di sekitar lokasi pembangunan.
“Kegiatan dilakukan secara transparan. Kami sudah melaksanakannya, dan di dekat lokasi pembangunan juga terdapat papan informasi kegiatan,” jelasnya.
Keberadaan papan informasi tersebut menjadi salah satu bentuk penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai kegiatan yang dilaksanakan di desa.
Meski demikian, keterbukaan informasi publik tetap perlu didukung dengan dokumentasi kegiatan serta informasi yang memadai agar masyarakat dapat mengetahui pelaksanaan program secara jelas.
Diharapkan Menjadi Pusat Literasi Masyarakat
Melalui visitasi dan penilaian Lomba Perpustakaan Desa Tahun 2026, Perpustakaan Desa Tanjung Tayas diharapkan terus meningkatkan mutu pelayanan, memperkuat pengelolaan koleksi, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah desa bersama pengurus perpustakaan juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pengelolaan fasilitas yang tersedia, sehingga perpustakaan tidak hanya menjadi objek penilaian lomba, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat literasi yang aktif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan pengelolaan yang baik, dukungan fasilitas yang memadai, serta partisipasi masyarakat, Perpustakaan Desa Tanjung Tayas diharapkan mampu mempertahankan prestasinya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan budaya baca dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. (YS)
