Tim Terpadu Satgas Banjir Turun Kelapangan Pantau Genangan Air Di Jalan Simpang Kualo Hingga KM 55

PELALAWAN, RBO -Meskipun Banjir telah lama surut, namun masih menyisakan genangan air dibeberapa titik ruas jalan. Tim terpadu Satgas banjir turun langsung memantau genangan banjir di jalan Syarif Kasim Simpang Kualo menuju kantor Bupati Pelalawan. Rabu(27/3/2024, terpantau beberapa titik genangan air dari Simpang Kualo hingga Km 55 Pangkalan Kerinci.

 

Mengingat masih ada beberara titik jalan yang masih tergenang banjir, Tim terpadu Satgas banjir yang ketuai oleh Asisten Administrasi Pembangunan H.Fakhrizal, Msi,turut hadir Plt. Kadis PUPR, Plt Kadis Damkar, Sekretaris Dishub, dan Kabid Persampahan DLH. Tim langsung meninjau genangan air bekas Banjir dari Simpang Kualo hingga Km55 Pangkalan Kerinci.

 

Asisten Administrasi Pembanguan Setda H.Fakhrizal, Msi selaku Ketua Tim Satgas Penanganan Banjir mengatakan, bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan pada Tahun 2024 ini .Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan penanganan di beberapa titik banjir yang masih ada. Begitu juga daerah rawan terjadinya banjir apabila terjadi hujan.

Penanganan ini khususnya di Kota Pangkalan kerinci, seperti di Jalan Syarif Kasim Simpang Kualo,Jalan Pemda dekat Gardu PLN dan Kilometer 55 sebelum gerbang selamat datang.

Adapun kegiatan yang akan dilaksananan nantinya adalah rekonstruksi, patching dn overlay serta pembersihan drainase sepanjang 200m.Ucap Fakhrizal

Selain itu, sambung Fakhrizal juga akan dilakukan peningkatan jalan dalam Kota Pangkalan Kerinci. Peningkatannya yaitu penanganan pekerjaan ruas jalan simpang kualo dan Km 55, pekerjaan yang akan dilakukan adalah rekonstruksi, patching dan overlay.

Perbaikan jangka pendek ini, lanjut Fakhrizal dilakukan guna mengantisipasi arus mudik lebaran tahun ini.Dimana dalam beberapa hari lagi akan dirayakan oleh umat muslim.

Tentu intensitas kendaraan yang akan melintas di jalan tersebut akan meningkat selama arus mudik dan balik Lebaran idul fitri 1445 H.

“Mudah-mudahan apa yang kita hajatkan dipermudah oleh Allah, sehingga dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi masyarakat, terutama pengendara kendaraan dalam melakukan perjalanan, baik itu aris mudik ataupun arus balik”. Imbuh Fakhrizal. (Sur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *