Bupati Simalungun ikuti FGD untuk Percepatan Pengembangan KEK Danau Toba

0 0
Read Time:3 Minute, 42 Second

Gali Strategi Pariwisata di Gianyar, Bali

Simalungun, RBO – Untuk upaya mempercepat Pengembangan Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Danau Toba Bupati Simalungun,Dr.H.Anton Achmad Saragih mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) strategis yang digagas oleh Bank Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung di kantor Bupati Gianyar Bali pada Senin 11-05-2026, merupakan momen berharga untuk menimba ilmu Dan menggali strategi pengelolaan pariwisata yang sukses diterapkan di daerah tujuan wisata dunia tersebut.

Pertemuan tingkat tinggi ini turut dihadiri oleh para kepala daerah yang wilayahnya termasuk dalam kawasan Danau Toba,perwakilan dari pemerintah propinsi Sumatera Utara,serta tim ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Turut hadir wakil Bupati kabupaten Gianyar,Anang Agung Gede Mayun,jajaran pimpinan kantor perwakilan Bank Indonesia propinsi Sumatera Utara dan dari kantor perwakilan Bank Indonesia Sibolga,menjadikan forum ini sebagai wadah pertukaran wawasan yang sangat komprehensif.

Kabupaten Gianyar adalah salah satu pusat pariwisata di Bali yang dikenal luas oleh para tourist baik dalam dan luar negeri yang berbasis budaya paling sukses di Indonesia.

Di tangan pemerintah daerah setempat, pariwisata bukan hanya menjadi daya tarik wisata,melainkan juga penggerak ekonomi yang kuat dengan pertumbuhan mencapai 5,58%, serta mampu menjaga stabilitas harga dengan angka inflasi yang sangat terjaga di kisaran 2,08%.

Keberhasilan ini,seperti dibahas dalam forum,berakar dari penerapan sistim “Orkestrasi Lintas Sektor” yang sangat disiplin. Di Gianyar seluruh dinas dan instansi bekerja dengan sinergitas tinggi tanpa sekat,menyatukan visi dan langkah demi mendukung kemajuan sektor pariwisata secara utuh.

Pihak otoritas perbankan dalam kesempatan ini juga menekankan peran penting transformasi digital untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Penerapan sistim pembayaran dengan QRIS dikatakan salah satu kunci keberhasilan,yang memastikan aliran uang dari para wisatawan dapat berputar secara langsung, aman, transparan dan tepat sasaran ke tangan para pelaku usaha lokal,pedagang kecil, hingga pengrajin di wilayah tersebut.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan paparan teknis yang digelar di Hotel Royal Pitamaha,menghadirkan nara sumber utama yaitu Prof.Dr.Ir.Tjokordo Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Prof. Cok Ace.

Prof. Cok Ace adalah pakar arsitektur sekaligus Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, yang membagikan pemikiran mendalam mengenai konsep ‘ Local Valua Chain ” atau rantai nilai lokal.

Dalam pemaparannya Prof. Cok Ace menegaskan bahwa pariwisata harus berfungsi sebagai ” Jembatan Rezeki ” yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,bukan hanya dinikmati segelintir pihak saja. Konsep ini mengaitkan seluruh aspek kehidupan warga dengan ekosistim pariwisata.

Di sektor pertanian misalnya,pihak pengelola hotel dan industri jasa wajib menyerap hasil bumi yang diproduksi oleh petani setempat.

Di sektor perdagangan dan industri,produk Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM)serta karya kerajinan tangan warga harus dijadikan bagian dari fasilitas dan suvenir yang ditawarkan di tempat wisata maupun akomodasi.

Di sektor pendidikan,lanjutnya generasi muda harus dipersiapkan dengan penguatan karakter,agar tumbuh menjadi tuan rumah yang cerdas,kreatif dan memiliki rasa bangga yang tinggi terhadap jati diri budayanya sendiri.

Juga menegaskan bahwa “pariwisata adalah sebuah ekosistim yang saling mengikat satu sama lain”. Jika pendidikan karakter masyarakat kuat dan sektor produksi rakyat seperti pertanian serta kerajinan berjalan dengan baik,maka pariwisata akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan,tegasnya.

Prof. Cok Ace juga memberikan pesan khusus agar pembangunan di kawasan Danau Toba nantinya tetap menjungjung tinggi ciri khas arsitektur asli Simalungun,sehingga memiliki identitas visual yang unik yang tidak dimiliki oleh daerah lain di dunia.

Menutup rangkaian kegiatan yang penuh wawasan ini, Bupati Simalungun Dr.H. Anton Achmad Saragih menyampaikan pandangan kunci terkait arah pengembangan pariwisata di wilayah Simalungun ke depan.

Bupati menegaskan bahwa kekuatan kolaborasi menjadi syarat mutlak,dimana kekayaan budaya dan potensi ekonomi harus berjalan beriringan dan saling menguatkan.

Dalam lanjutan pandangannya Bupati menggarisbawahi bahwa antusiasme masyarakat, budaya senyum yang tulus serta pelayanan yang memberikan kesan mendalam juga bermakna adalah energi utama yang wajib dibangun dan dijaga terus menerus.

“Ini adalah tugas kita bersama untuk membangun pariwisata yang memiliki ruh, dengan tetap memegang teguh prinsip kerja BerAKHLAK. Kami berkomitmen untuk segera mewujudkan kerja sama nyata yang memastikan dapur masyarakat kita terus mengepul. Ke depannya hotel hotel dan destinasi wisata Danau Toba harus menjadi pasar utama bagi hasil bumi petani,buah pekebun hingga karya indah pengrajin yang tinggal di desa desa wilayah kabupaten Simalungun,pungkasnya penuh semangat.

Dengan dukungan kuat dari pemerintah propinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia serta BRIN diharapkan pengembangan pariwisata Danau Toba bukan lagi hanya destinasi wisata kelas dunia,namun juga mampu mengangkat taraf hidup seluruh masyarakat setempat,yang senantiasa menjaga kelestarian warisan budaya maupun alam yang menjadi kebanggan kita bersama. (Hasian)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *