Sorotan Proyek Irigasi Rp100 Juta di Desa Muaradua: Dugaan Penggunaan Material Tak Layak Picu Pertanyaan
Sukabumi, RBO – Pelaksanaan proyek pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Desa Muaradua, Kecamatan Kadudampit, kini tengah menjadi sorotan, Selasa (28/04).
Pasalnya, beredar bukti visual yang menunjukkan penggunaan material yang diduga jauh dari standar kualitas konstruksi yang seharusnya, meski proyek ini menelan anggaran negara hingga Rp100.000.000.
Terlihat jelas bahwa material yang digunakan untuk campuran konstruksi tampak didominasi oleh tanah dan campuran bebatuan yang tidak bersih.
Material tersebut secara kasat mata tidak menyerupai pasir konstruksi yang layak, melainkan lebih menyerupai tanah galian yang bercampur kerikil dan kotoran.
Penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis (bestek) pada proyek infrastruktur pertanian dikhawatirkan akan berdampak pada usia pakai bangunan tersebut.
Irigasi yang dibangun dengan material yang buruk berisiko cepat rusak, retak, atau bahkan jebol, sehingga tidak dapat berfungsi optimal untuk mengalirkan air ke lahan pertanian warga.
Mengingat proyek ini menggunakan dana APBN yang berasal dari uang rakyat, transparansi dan pengawasan sangatlah krusial.
Publik berharap adanya tindakan tegas dari pihak berwenang, baik dari dinas pertanian setempat maupun pengawas lapangan, untuk segera meninjau kembali pengerjaan proyek tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kelompok Tani Harapan Jaya maupun pihak terkait mengenai standar material yang digunakan dalam proyek RJIT di Desa Muaradua tersebut. (Amud)
