Mahasiswa Program Studi Farmasi UMRI Sosialisasi Bela Negara di SMA Negeri 5 Pekanbaru, Riau

2 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Pelalawan, RBO – Mahasiswa Program Studi Farmasi UMRI melaksanakan kegiatan sosialisasi Bela Negara di SMA Negeri 5 Pekanbaru, Riau.

Kegiatan yang dilaksanakan di Jl. Bawal No.43, Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru ini diikuti oleh siswa kelas XI SMA Negeri 5 Pekanbaru sebagai peserta sosialisasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya sikap bela negara serta menumbuhkan rasa cinta tanah air, kepedulian terhadap bangsa, dan kesadaran sebagai generasi penerus yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Program tersebut merupakan bagian dari pemenuhan tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan dengan dosen pengampu llham Hudi, S.Pd., M.Pd. Kegiatan inidilaksanakan oleh Kelompok 3 yang beranggotakan, Jeniah Simanjuntak(250205175), Zahara Ruth Rares (250205190), Aisyah Azahra (250205193), Elsilia IkaPurwasih (250205195), Dini Rahma Aulia (250205196), Liza Hazahri (250205200), M RakaFazari (250205202), dan Bagus Pratama Oktora (250205210).

Dalam sosialisasi tersebut, para mahasiswa menjelaskan bahwa bela negara adalah tekad, sikap, dan tindakan yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan, berlandaskan cinta tanah air, kesadaran berbangsa, dan keyakinan pada Pancasila serta UUD 1945.

Bela negara bukan hanya kewajiban dalam bidang pertahanan,tetapi juga merupakan bentuk pengabdian dan tanggung jawab setiap warga negara dalam menjaga keberlangsungan bangsa.

Dijelaskan juga bahwa nilai bela negara dapat diterapkan melalui berbagai aspek kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat.

Sikap cinta tanah air, memiliki rasa bangga terhadap bangsa Indonesia, menjaga persatuan,menghormati keberagaman, serta ikut menjaga ketertiban merupakan contoh nyata penerapan bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa juga memaparkan dasar hukum bela negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.Hal tersebut menunjukkan bahwa bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa bela negara tidak hanya berkaitan dengan pertahanan fisik atau kegiatan militer, tetapi memiliki makna yanglebih luas.

Sebagai pelajar, bentuk bela negara dapat dilakukan melalui sikap disiplin, menaati aturan sekolah, belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik sekolah,menghargai perbedaan, serta berperilaku positif di lingkungan sekitar.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin modern. Di era digital saat ini, bela negara dapat diwujudkan melalui penggunaan teknologi dan media sosial secara bijak.

Pelajar diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas dengan cara menyaring informasi, menghindari penyebaran berita bohong (hoaks), tidak melakukan tindakan negatif di dunia maya, serta memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat.

Selain itu, mahasiswa menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Dampak positifnya yaitu mempermudah komunikasi, memperluas wawasan, serta menjadi sarana untuk berbagi informasi yang bermanfaat.

Namun, terdapat pula dampak negatif seperti penyebaran informasi palsu, cyberbullying, penyalahgunaan teknologi, serta masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab Para siswa SMA Negeri 5 Pekanbaru menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.

Siswa aktif memberikan pertanyaan mengenai bagaimana cara menerapkan sikap bela negara di lingkungan sekolah, keluarga, maupun dalam kehidupan bermedia sosial.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa FMIPAKES UMRI berharap siswa SMA Negeri 5 Pekanbaru dapat memahami bahwa bela negara bukan hanya dilakukan melalui tindakan besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. (Sur)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *