Siswa SMKN 1 Cikampek Ambil Inisiatif Mandiri Gelar Acara Perpisahan, Pihak Sekolah Tegaskan Bebas Pungutan
Karawang, RBO – Menjelang penghujung tahun ajaran, isu mengenai biaya perpisahan sekolah seringkali menjadi perhatian hangat di tengah masyarakat.
Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh lingkungan SMK Negeri 1 Cikampek. Pihak sekolah secara tegas menyatakan bahwa institusi tidak melakukan pungutan biaya apa pun terkait penyelenggaraan acara pelepasan siswa kelas XII.
Pernyataan ini muncul sebagai bentuk transparansi sekolah dalam menjaga integritas dan kepatuhan terhadap regulasi pendidikan. Meski demikian, semangat para siswa untuk merayakan momen kelulusan tidak surut.
Secara mengejutkan, para siswa justru mengambil langkah mandiri melalui inisiatif kolektif untuk mengakomodir seluruh kebutuhan acara tersebut tanpa melibatkan struktur birokrasi sekolah dalam hal pendanaan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, rencana kegiatan perpisahan tersebut lahir dari aspirasi murni para siswa yang ingin mengukir kenangan terakhir sebelum memasuki dunia kerja atau perguruan tinggi. Melalui koordinasi antar-pengurus kelas dan perwakilan siswa, mereka sepakat untuk mengelola segala sesuatunya secara swadaya.
”Kami memahami bahwa sekolah memiliki aturan ketat mengenai pungutan. Oleh karena itu, kami para siswa berinisiatif sendiri. Ini dari kami, oleh kami, dan untuk kami. Kami ingin membuktikan bahwa lulusan SMKN 1 Cikampek adalah pribadi yang mandiri dan mampu berorganisasi dengan baik,” ujar salah satu perwakilan siswa.
Inisiatif ini mencakup pengelolaan anggaran, pemilihan lokasi, hingga konsep acara. Hebatnya, para siswa juga memastikan bahwa skema yang mereka buat bersifat inklusif dan tidak memberatkan, dengan prinsip gotong royong agar seluruh rekan angkatan dapat ikut serta tanpa terkendala biaya.
Kepala SMKN 1 Cikampek menyambut baik kedewasaan sikap yang ditunjukkan oleh para siswanya. Menurut pihak manajemen sekolah, selama kegiatan tersebut positif dan dilakukan di luar ranah kedinasan sekolah serta tidak melanggar aturan, sekolah hanya berperan sebagai pembimbing moral dan pemberi restu.
Sekolah tidak mengeluarkan instruksi atau surat edaran mengenai penarikan biaya perpisahan. Seluruh pengelolaan dana dan operasional dilakukan oleh panitia siswa secara independen. Siswa mengelola laporan keuangan secara terbuka di lingkup internal mereka sendiri. Sekolah tetap fokus pada penuntasan administrasi kelulusan dan persiapan penyaluran kerja (BKK).
Langkah yang diambil oleh siswa-siswi SMKN 1 Cikampek ini menjadi angin segar di tengah seringnya terjadi polemik biaya perpisahan di berbagai daerah. Dengan mengambil tanggung jawab penuh, para siswa tidak hanya belajar tentang manajemen acara, tetapi juga tentang integritas dan kepedulian sosial terhadap sesama teman sejawat.
Masyarakat dan orang tua murid pun mengapresiasi sikap tegas sekolah yang tetap patuh pada aturan pemerintah, sembari memberikan ruang bagi kreativitas dan kemandirian siswa dalam berekspresi di akhir masa sekolah mereka. (Iyus/M Abdul Azis)
