Rumah Rabania Daeng Kebo di Banyuanyara Tidak Layak Huni, Warga Desak Bedah Rumah Tepat Sasaran
TAKALAR, RBO– Kondisi rumah Rabania Daeng Kebo, warga Dusun Banyuanyara, Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone, sudah dalam status darurat. Rumah tersebut tidak layak huni.
Hasil pantauan Tim Media Reformasi Bangsa, Jumat 3 Juni 2026, memperlihatkan rumah berlantai tanah, berdinding seng lapuk, dan sebagian sisanya hanya ditutup terpal plastik. Terpal itu dipaksa menjadi penahan hujan dan terik matahari.
Akibatnya, keluarga Rabania Daeng Kebo setiap hari hidup dalam keterbatasan, pengap saat panas, dan kebanjiran saat hujan.
Dengan kondisi seperti ini, R.Daeng Kebo seharusnya menjadi prioritas utama penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah. Program itu memang khusus untuk warga miskin dengan rumah tidak layak huni.

Warga mendesak, program bedah rumah yang diprakarsai H. Hamka B. Kady di Desa Banyuanyara bulan ini jangan hanya jadi seremonial. Tim verifikasi harus turun langsung ke lapangan. Jangan sampai bantuan meleset dan jatuh ke orang yang tidak berhak.
Masyarakat Banyuanyara berharap pemerintah dan pihak terkait segera bertindak. Daeng Kebo dan keluarganya berhak mendapatkan rumah yang aman, sehat, dan layak huni, bukan terpal yang bocor. (KARDEWA)
