Rehabilitasi Irigasi Tersier di Datarnangka Ditargetkan Jadi Proyek Percontohan Kabupaten dan Provinsi

0 0
Read Time:1 Minute, 21 Second

Sukabumi, RBO — Kelompok Tani (Poktan) Cekdam Putra Mandiri di Kampung Cekdam RT 007/RW 002, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mendapat bantuan program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non Rawa Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, BPLIP Kelas 1 Bandung.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui perbaikan jaringan irigasi di wilayah tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dengan pola swakelola, mencakup luas lahan 1 unit atau setara 20 hektare. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp92.000.000 (sembilan puluh dua juta rupiah), bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pusat Tahun Anggaran 2026.

Pelaksanaan proyek dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih enam setengah bulan, terhitung sejak 12 Juni 2026 hingga 28 Desember 2026.
Kepala Desa Datarnangka, H. Jahid, menekankan kepada pihak pelaksana agar pekerjaan rehabilitasi irigasi ini dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis dan arahan konsultan pendamping.

Penegasan ini disampaikan mengingat proyek RJIT di Desa Datarnangka direncanakan menjadi percontohan, baik di tingkat Kabupaten Sukabumi maupun di tingkat pusat.

“Pembangunan ini harus sesuai dengan arahan konsultan, karena akan dijadikan percontohan di kabupaten maupun pusat,” tegas H. Jahid.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh Poktan Cekdam Putra Mandiri, dengan pendampingan teknis dari konsultan serta pengawasan dari Dinas Pertanian setempat.

Pola swakelola ini memungkinkan kelompok tani terlibat langsung dalam proses pembangunan, sekaligus menjadi bentuk penguatan kapasitas kelembagaan petani di tingkat desa.

Dengan target rampung akhir Desember 2026, warga dan pemerintah desa berharap perbaikan jaringan irigasi tersier ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh petani di Desa Datarnangka, sekaligus menjadi contoh keberhasilan program swakelola irigasi pertanian bagi wilayah lain. (A.Wahyudin)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *