Ratusan Massa Kepung DPRD Sumedang, Tuntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Wakil Bupati M.Fajar Transparan
SUMEDANG, RBO – Ratusan massa geruduk kantor DPRD Kabupaten Sumedang, mendesak kasus dugaan Pelecehan Seksual yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang transparansi terhadap polemik yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang semakin membesar. Senin (21/09/2026),
Massa ada sekitar sekitar 100 massa yang tergabung dalam Koalisi 99 Peduli Sumedang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumedang, Jl. Pangeran Soeriaatmadja.
Aksi dimulai pukul 13.30 WIB itu berlangsung tertib namun penuh tekanan moral. Massa datang membawa tuntutan tegas: transparansi, keadilan, dan kepastian hukum terkait isu yang tengah menjadi sorotan publik,terkait dugaan pelecehan yang dilakukan Wakil Bupati Sumedang terhadap Sekprinya.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi H. Ecek Karyana menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin kasus ini berhenti pada klarifikasi sepihak.
“Kami meminta keterbukaan dan keadilan. Jangan sampai ada hal-hal yang merugikan masyarakat kecil dan mencederai rasa keadilan,” bersama massa dihadapan DPRD.
Sejumlah tokoh Masyarakat turut hadir dan menyuarakan aspirasi, di antaranya Garda Walisongo “Warning” Gubernur: Kasus Wabup Sumedang Jangan Jadi Sandiwara, Abuya KH. Ade Nuruzzaman, Kyai Wali Songo, Ustadz Buas, N. Mujianto, Deden GERAM hingga perwakilan elemen masyarakat lainnya.
Orasi berlangsung bergantian, menyoroti pentingnya integritas pejabat publik serta menjaga marwah pemerintahan daerah.
Koalisi 99 Peduli Sumedang menyerahkan dokumen resmi berisi pernyataan sikap dan aspirasi kepada DPRD. Adapun tuntutan utama mereka:
DPRD diminta menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Menggunakan hak interpelasi jika diperlukan. Meminta penjelasan resmi atas dugaan yang melibatkan Wabup dan mantan sekpri.
Selain itu, Mendesak transparansi hasil investigasi Pemprov Jabar & Inspektorat, Menjamin semua proses berbasis fakta dan hukum.Jika tidak terbukti, nama baik Wabup harus dipulihkan
DPRD: “Kami Siap Tindaklanjuti”
Ketua DPRD Sumedang, Drs. H. Sidik Jafar, langsung merespons tuntutan tersebut.
Sidik Jagar mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti semua aspirasi yang disampaikan dan DPRD juga akan menyurati pihak provinsi terkait klarifikasi dari Gubernur Jawa Barat,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa kasus tersebut tidak berhenti di tingkat wacana,,melainkan mulai masuk jalur formal pengawasan legislatif.
Aksi ini terjadi setelah sebelumnya Gubernur Jawa Barat menyatakan bahwa:
Tidak ada pihak yang mengakui adanya peristiwa dugaan pelanggaran,dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan dan disaksikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, turut juga hadir hadir wakil Bupati bersama Istri serta mantan sepri mengakui adanya laporan ke Polda Jawa Barat, adapun laporan tersebut hanya bersifat admistrasi.
Namun di sisi lain, diakui adanya konflik internal dan kecemburuan dalam rumah tangga. Dari Bantahan, Mutasi, hingga Fakta Baru Kasus Wabup Sumedang
Di sinilah publik mulai mempertanyakan:Jika konflik diakui, mengapa transparansi justru belum maksimal?
Tekanan dari tokoh masyarakat, termasuk pernyataan keras dari elemen ormas dan tokoh agama sebelumnya, semakin memperkuat dorongan agar kasus ini dibuka secara terang-benderang jangan menciderai keadilan, terutama hal ini dugaan pelecehan seksual yang dilakukan wakil Bupati.
Aksi ini menunjukkan satu hal penting,kepercayaan publik sedang diuji terhadap pemerintah Sumedang dan Jawa Barat.
Di satu sisi, pemerintah menyatakan kasus telah “clear”.
Namun di sisi lain, masyarakat justru melihat masih banyak ruang abu-abu atau yang ditutup-tutupin yang belum terjawab, dugaan kasus Wabup Sumedang Jangan Jadi Sandiwara
Jika tidak dikelola dengan transparansi penuh, polemik ini berpotensi Menggerus kepercayaan publik, Menjadi preseden buruk dalam penanganan isu pejabat publik dan Memicu gelombang aksi lanjutan.
Aksi berakhir pukul 15.30 WIB dalam kondisi aman dan kondusif. Namun pesan yang ditinggalkan massa cukup jelas:
“Kasus ini belum selesai di mata publik.”terutama dihadapan masyarakat Sumedang khususnya. (Nbbn)
