Pergantian di PDIP OKI: Dari Abdiyanto ke Febri, Arah Baru Politik Lokal?

0 0
Read Time:1 Minute, 26 Second

OKI, RBO — Semangat emansipasi yang identik dengan Hari Kartini, “habis gelap terbitlah terang”, menemukan relevansinya dalam dinamika politik di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini tersebut kini tercermin dalam proses regenerasi dan pergeseran peta kekuatan politik di tingkat lokal.

Di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) OKI, pergantian kepemimpinan dari Abdiyanto kepada Febriansyah Wardana dinilai sebagai simbol penyegaran struktur organisasi sekaligus momentum konsolidasi partai.

Peralihan tersebut bahkan melahirkan ungkapan di kalangan simpatisan, “habis Abdiyanto terbitlah Febri”, sebagai representasi harapan terhadap kepemimpinan baru yang dianggap mampu membawa arah politik lebih progresif.

Ketua PDIP OKI, Febriansyah Wardana, menegaskan bahwa regenerasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi secara dewasa dan proporsional.

“Regenerasi adalah hal yang wajar dalam partai. Yang terpenting bagaimana kita tetap menjaga soliditas dan terus bekerja untuk kepentingan masyarakat, khususnya wong cilik,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Sementara itu, Abdiyanto dikabarkan telah mengundurkan diri dari PDIP OKI, meskipun sebelumnya dikenal sebagai kader yang tumbuh dan dibesarkan oleh partai tersebut. Ia kini melanjutkan langkah politiknya dengan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten OKI.

Keputusan tersebut menambah dinamika politik lokal, terutama di tengah proses konsolidasi internal partai menjelang agenda politik ke depan.

Sejumlah pengamat politik menilai, perpindahan figur antarpartai merupakan fenomena yang lazim dalam sistem demokrasi. Namun demikian, transparansi dan komunikasi politik kepada publik tetap menjadi faktor penting guna menghindari spekulasi yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat.

Dengan berkembangnya situasi ini, publik menantikan langkah politik selanjutnya dari kedua figur, baik Febriansyah Wardana dalam memimpin PDIP OKI, maupun Abdiyanto di lingkungan barunya di PSI OKI.

Di tengah momentum Kartini, dinamika ini menjadi cermin bahwa regenerasi politik bukan sekadar pergantian figur, tetapi juga harapan akan lahirnya arah baru yang lebih terang bagi masyarakat. (Nov)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *