LMS Numerasi, Perkuat Kompetensi 5.000 Guru SD

0 0
Read Time:2 Minute, 59 Second

Sumedang, RBO – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan ekosistem pembelajaran digital. Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, meluncurkan pembelajaran numerasi melalui Learning Management System (LMS) Sumedang Civil Service Academy (SCSA) di Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (26/10/2026).

Program ini menyasar lebih dari 5.000 guru ASN jenjang sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumedang. Peluncuran dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta yang hadir langsung dan guru yang mengikuti kegiatan secara daring.

Bupati Dony mengatakan, program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus menjawab tantangan pembelajaran numerasi yang masih membutuhkan perhatian serius.

Menurutnya, penguatan numerasi harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, bukan sekadar melalui kegiatan pelatihan yang bersifat seremonial.

“Ketika numerasi kita rendah, kita harus melihat apa yang perlu diperbaiki. Salah satunya kualitas guru. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus dilakukan melalui ekosistem pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati menegaskan, perubahan dunia yang berlangsung cepat menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi. Melalui LMS, guru diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, memperkaya pengalaman, serta menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif di kelas.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi Dinas Pendidikan, BKPSDM, Sumedang Civil Service Academy, dan mitra Inovasi yang bersama-sama membangun sistem pembelajaran berbasis digital.

Menurutnya, transformasi birokrasi harus diwujudkan melalui perubahan pola kerja, mulai dari pola pikir yang semula dilayani menjadi melayani, dari bekerja secara sektoral menjadi terintegrasi, serta dari zona nyaman menuju budaya kompetitif dan inovatif.

“Jangan sampai pembelajaran ini hanya menjadi formalitas. Kita ingin ada perubahan nyata pada diri guru, peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, dan pada akhirnya berdampak terhadap kemampuan anak-anak kita,” tegasnya.

Bupati juga mendorong agar pengetahuan dan hasil penelitian yang dimiliki para ASN dapat diimplementasikan untuk menjawab persoalan nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Ia mengajak seluruh guru untuk memiliki keterbukaan pikiran, semangat belajar, dan kemauan kuat untuk mempraktikkan ilmu yang diperoleh.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengembangan LMS numerasi dilatarbelakangi hasil Rapor Pendidikan Tahun 2025

Berdasarkan data tersebut, capaian kemampuan numerasi murid jenjang SD di Kabupaten Sumedang berada pada angka 75,43. Angka tersebut turun 9,02 poin dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 84,42. Selain itu, sebanyak 24,57 persen murid belum mencapai kompetensi minimum numerasi.

Sementara itu, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika jenjang SD menunjukkan rata-rata Kabupaten Sumedang sebesar 43,52, yang masih berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional

Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan untuk memperkuat kapasitas guru melalui pembelajaran berkelanjutan, penyediaan materi berkualitas, pendampingan, serta ruang berbagi praktik baik.

“Numerasi bukan semata-mata kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan memahami informasi, menggunakan konsep matematika, bernalar, dan menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Program ini memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran numerasi, membangun ekosistem pembelajaran guru yang berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan pendidikan.

Untuk mendukung pelaksanaannya, telah disiapkan 15 orang pengembang konten pembelajaran dan 26 fasilitator kecamatan yang akan mendampingi guru selama mengikuti program.

Kepala Dinas Pendidikan menjelaskan, program pembelajaran melalui LMS Sumedang Civil Service Academy dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 26 Oktober hingga 26 November 2026.

Pelaksanaan diawali dengan peluncuran dan orientasi program, dilanjutkan pembelajaran melalui LMS, diskusi, penerapan materi di kelas, serta refleksi terhadap proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan pada akhir periode untuk melihat tingkat partisipasi, hasil belajar guru, dan kebutuhan pendampingan lanjutan.

Perwakilan mitra Inovasi, Handoko, mengapresiasi langkah Pemkab Sumedang dalam membangun sistem pembelajaran numerasi yang tidak hanya menyediakan materi digital, tetapi juga menghadirkan fasilitator di tingkat kecamatan.

Menurutnya, guru membutuhkan ruang untuk belajar bersama rekan sejawat agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata dalam pembelajaran di kelas. (Nbbn)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *