Lagi, SDN 1 Cigasong Pungut Biaya Perpisahan dan Kenaikan Kelas

0 0
Read Time:1 Minute, 30 Second

Majalengka, RBO – Berakhirnya tahun ajaran 2025-2026, sekolah kembali diingatkan agar tidak menarik pungutan uang perpisahan dan kenaikan kelas.

Menurut Direktur Lembaga Kajian Publik Majalengka, Desun, kegiatan perpisahan siswa bukan rangkaian kegiatan belajar- mengajar di sekolah, sehingga sekolah dan komite tidak boleh memfasilitasi menarik pungutan kepada peserta didik.

Masih menurut Direktur Lembaga Kajian Publik, adanya keluhan pungutan uang perpisahan dari beberapa orang tua siswa, disinilah yang harus dipahami benar.

“Artinya apabila kegiatan perpisahan atau kenaikan kelas dilakukan dengan cara sekolah dan komite memungut uang itu termasuk tindakan “maladministrasi” dan bertentangan dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Jika merujuk pada aturan yang ada, maka tidak ada alasan apapun untuk pihak sekolah mengakomodir keuangan dari sejumlah orang tua siswa untuk melaksanakan acara perpisahan dan kenaikan kelas.

Merujuk Anasir tersebut diatas, ironisnya justru SD Negeri 1 Cigasong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka berbalik arah malah makin sut-set melakukan pungutan kepada orang tua siswa/wali murid dengan dalih untuk memeriahkan anak didik.

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Cigasong, Uus Sumiarsa, S.Pd yang didampingi bendahara sekolah, Enda ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin, 25/5/2026 pihaknya merasa tidak terima kalau masalah ini dibilang pungli karena peruntukannya demi kepentingan sekolah.

Hal tersebut diakui oleh Enda, “jujur memang benar dalam waktu sekarang SD Negeri 1 Cigasong melakukan pungutan kepada orang tua siswa untuk acara perpisahan dan kenaikan kelas dari jumlah murid 452 siswa, per orang dikenakan Rp 85 ribu dan itu hasil musyawarah dengan orang tua siswa,” jelasnya.

Sementara, Komite Sekolah SD Negeri 1 Cigasong, Ade menguatkan benar adanya pungutan tersebut, bahwa dana yang terkumpul dari orang tua siswa adalah benar untuk acara perpisahan dan kenaikan kelas.

“Jadi maksudnya begini dana yang terkumpul itu sebagai dukungan dari orang tua siswa, karena dari pihak sekolah tidak ada anggaran untuk acara perpisahan tersebut,” pungkasnya (Moh.Yahya)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *