Kebakaran Kebun Warga Pematang Lumut Belum Terungkap, Kades Desak Kejelasan Kompensasi ke PetroChina

1 0
Read Time:2 Minute, 34 Second

TANJAB BARAT , RBO — Persoalan kebakaran yang berdampak pada kebun kelapa sawit milik sejumlah masyarakat di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), hingga kini belum menemukan titik terang.

Selain penyebab kebakaran yang masih menjadi tanda tanya, masyarakat terdampak juga masih menunggu kepastian terkait kompensasi atas kerugian yang mereka alami.

Kepala Desa Pematang Lumut, Pahlawan Siregar, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Minggu (14/9/2026), mengatakan bahwa pihak desa telah berupaya melakukan mediasi dengan pihak PetroChina terkait dampak yang dirasakan masyarakat.

Menurut Pahlawan, pihaknya bahkan telah menyampaikan surat kepada PetroChina sebanyak dua kali. Surat tersebut berkaitan dengan permintaan penyelesaian dan kompensasi bagi masyarakat yang terdampak kebakaran.

“Kami sudah menyurati pihak PetroChina terkait kompensasi bagi masyarakat yang terdampak kebakaran. Sampai sejauh ini dari pihak PetroChina belum ada merespons,” ujar Pahlawan.

Di sisi lain, proses penanganan oleh aparat penegak hukum juga masih menjadi perhatian masyarakat. Pahlawan menyebut, sebelumnya pihak Polres Tanjung Jabung Barat telah melakukan tahap penyelidikan terhadap peristiwa kebakaran tersebut.

Namun, hingga saat ini, menurut informasi yang diterima pihak desa, belum ada hasil yang disampaikan terkait asal-usul maupun penyebab pasti munculnya api.

Kondisi tersebut membuat masyarakat terdampak berada dalam posisi yang tidak mudah. Di satu sisi mereka mengalami kerugian akibat tanaman kelapa sawit dan tumbuhan lainnya yang terbakar, sementara di sisi lain penyebab kebakaran belum mendapatkan kesimpulan resmi.

Pahlawan menegaskan, tuntutan masyarakat bukan semata-mata untuk mencari pihak yang dianggap benar atau salah. Yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kejelasan penyelesaian terhadap dampak yang mereka alami.

Masyarakat berharap adanya perhatian terhadap kondisi kebun mereka yang terdampak, khususnya tanaman kelapa sawit yang mengalami kerusakan bahkan tidak lagi mampu menghasilkan seperti sebelumnya.

“Tuntutan masyarakat bukan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Masyarakat hanya mencari titik terang supaya mereka yang terdampak bisa mendapatkan kompensasi, karena akibat kebakaran tersebut hasil kebun kelapa sawit mereka tidak bisa menghasilkan lagi,” demikian disampaikan Pahlawan.

Pemerintah Desa Pematang Lumut, lanjutnya, mencoba mengambil langkah mediasi agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Upaya itu dilakukan dengan mengedepankan penyelesaian terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kami mencoba memediasi dengan pihak PetroChina, khususnya terkait dampaknya. Masyarakat merasa dirugikan karena banyak tanaman dan tumbuhan mereka yang mati akibat kebakaran tersebut,” ungkapnya.

Namun, hingga surat kedua dilayangkan, pihak desa masih menunggu jawaban resmi dari PetroChina.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik: sampai kapan masyarakat terdampak harus menunggu kepastian?

Jika penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan, maka aspek penyelidikan menjadi kewenangan aparat untuk mengungkap fakta berdasarkan bukti di lapangan. Sementara persoalan kerugian masyarakat membutuhkan penanganan tersendiri agar warga yang terdampak tidak dibiarkan menghadapi kerugian seorang diri.

Dalam konteks ini, transparansi dari seluruh pihak menjadi penting. Masyarakat berhak mengetahui perkembangan penyelidikan, sementara pihak perusahaan juga memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi terkait adanya permintaan kompensasi dari masyarakat.

Hingga berita ini disusun, pihak PetroChina disebut belum memberikan jawaban atas surat yang telah dilayangkan Pemerintah Desa Pematang Lumut sebanyak dua kali, sementara hasil penyelidikan terkait penyebab kebakaran dari pihak Polres Tanjab Barat juga masih dinantikan.

Pertanyaan besarnya kini bukan hanya siapa yang bertanggung jawab atas munculnya api, tetapi bagaimana nasib masyarakat yang telah kehilangan sumber penghasilan akibat dampak kebakaran tersebut. (YS)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *