Indonesia–Korea Perkuat Sistem Pengendalian Karhutla di OKI

0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

Ogan Komering Ilir RBO – Kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Korea terus diperkuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pengembangan sistem berbasis teknologi yang terpusat di Forest and Land Fire Management Center, Markas Daops Manggala Agni OKI, Sepucuk, Kayuagung.

Penguatan sistem ini menjadi langkah strategis menghadapi ancaman fenomena El Niño yang diperkirakan menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di wilayah gambut.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, saat mengunjungi Daops Manggala Agni OKI, Jumat (19/6/2026), mengatakan perubahan iklim menuntut strategi pengendalian karhutla yang lebih adaptif, terpadu, dan didukung teknologi modern.

“Upaya pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara mandiri. Kerja sama ini penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pemanfaatan teknologi guna memperkuat kapasitas pengendalian karhutla secara lebih efektif dan terpadu,” ujarnya.

Menurut Muchendi, teknologi hanya akan efektif jika didukung kesiapan personel di lapangan. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian karhutla.

Ia juga menegaskan keberhasilan pencegahan kebakaran sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perusahaan pemegang konsesi, hingga masyarakat.

“Teknologi menjadi alat bantu yang penting, tetapi kunci keberhasilan pengendalian karhutla tetap terletak pada kesiapsiagaan petugas serta kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perusahaan pemegang konsesi harus aktif melakukan pencegahan, dan yang tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Daops Manggala Agni OKI, Edi Satriawan, menjelaskan pengembangan Forest and Land Fire Management Center meliputi pembangunan pusat komando dan pelatihan, peningkatan kapasitas personel, penyediaan sarana pendukung, serta pengembangan sistem teknologi informasi untuk deteksi dan penanganan karhutla.

Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau tingkat kelembaban lahan gambut secara real time dengan ambang batas toleransi 40 persen. Jika kelembaban berada di bawah angka tersebut, potensi kebakaran meningkat sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan.

Selain memantau kelembaban lahan, sistem juga mampu mendeteksi titik panas (hotspot), memonitor pergerakan petugas di lapangan, serta menyediakan data pendukung untuk pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

Edi menambahkan, penguatan fasilitas pendukung terus dilakukan. Saat ini pembangunan Asrama Manggala Agni tengah berlangsung sebagai bagian dari proyek Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatra yang dijalankan melalui kerja sama Indonesia-Korea di sektor kehutanan.

Sejak diresmikan, gedung Forest and Land Fire Management Center telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, termasuk pelatihan internasional penanggulangan karhutla gambut yang diselenggarakan oleh Asian Forest Cooperation Organization pada 20–24 April 2026 dan diikuti peserta dari enam negara.

Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi internasional tersebut, Pemerintah Kabupaten OKI berharap upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan efektif, terutama menghadapi musim kemarau tahun ini. (Nov)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *