Gegara Borong Meubelair Bernilai Fantastis, CBA Dorong Kejari Kota Bekasi Panggil Sekda Junaedi

Bekasi, RBO – Kembali, Center for Budget Analysis menemukan kasus pemborosan anggaran yang kali ini dilakukan di PemKot Bekasi. Yang salah satunya berupa tindak memborong meubelair pada Sekretariat Daerah Kota Bekasi, dengan total anggaran dibelanjakan untuk ketiga jenis meubelair itu, mencapai Rp 14,2 Miliar.

Adapun rinciannya sebagai berikut :

Pertama, belanja meja kerja pegawai dongan total 1.378 unit, lalu kursi pegawai total 1.615 unit. Total biaya yang sudah dianggarkan sebesar Rp 9.065.000.000,- (dibaca : Sembilan Miliar Enam Puluh Lima Juta Rupiah).

Kedua, belanja kursi serba guna 2.955 unit, terus kursi untuk ruang tunggu 4 seats 145 unit dan meja rapat 64 unit. Total anggaran belanja Rp 3.158.750.000,- (dibaca : Tiga Miliar Seratus Lima Puluh Delapan Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Ketiga, Meja Makan 1 sett, Meja Tamu 74 unit, Soffa 1 seats 74 unit, Soffa 2 seats 74 unit, Soffa 3 seats 74 unit, Tempat Tidur Pimpinan 1 unit, Meja Laktasi 5 unit, serta Kursi Kuliah 100 unit. (Di sini tidak dirinci total dari anggaran yang dibelanjakan nya).

Center for Budget Analysis menilai, belanja meubelair yang dilakukan Sekretariat Daerah Kota Bekasi di tahun anggaran 2023, merupakan pemborosan anggaran, juga berpotensi terjadinya tindak penyelewengan anggaran.

Lantas dalam pelaksanaan pengadaan 3 paket di atas, CBA menduga, Sekretariat Daerah sengaja memecah nya menjadi 3 paket. Hal ini membuka peluang adanya permainan, berupa mark up harga, serta volume barang yang dianggarkan.

Atas dugaan tersebut, CBA meminta pihak APH terkait di Kota Bekasi, khususnya pada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. Agar segera beraksi, membuka penyelidikan atas realisasi proyek meubelair tersebut. Setidaknya segera memanggil dan memeriksa, Drs. Junaedi. Selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), pada SetDaKot Bekasi itu. (Asep Didi)

Sumber : Jajang Nurjaman (Koordinator Investigasi CBA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *