Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, Mantan Kepsek SMAN Sindangwangi Majalengka Jadi Sorotan
MAJALENGKA, RBO – Dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka diterpa kabar miring. Oknum kepala sekolah berinisial AR diduga telah menyalahgunakan wewenang terkait pengelolaan anggaran pembangunan dan operasional sekolah saat dirinya masih menjabat di SMA Negeri Sindangwangi.
Dugaan ini mencuat setelah seorang narasumber internal sekolah yang enggan disebutkan identitasnya membeberkan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan dana bantuan sepanjang tahun 2022.
Sejumlah Proyek Diduga Bermasalah
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi sorotan dalam masa kepemimpinan AR di SMAN Sindangwangi, di antaranya:
Intervensi Program DAK: Pada tahun 2022, sekolah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehabilitasi ruang kelas. Namun, Tim Pelaksana Kegiatan (P2S) mengaku tidak difungsikan secara utuh. Oknum Kepsek diduga mendominasi dan mengambil alih pelaksanaan kegiatan yang seharusnya dikelola tim teknis.
Penundaan Pengadaan CCTV: Pengadaan perangkat CCTV yang dianggarkan pada tahun 2022 disebut tidak direalisasikan sepanjang tahun berjalan, dan baru diwujudkan pada tahun 2023.
Dana BOS & BOPD: Anggaran rehabilitasi ringan dari Dana BOS (sekitar 5% atau ± Rp100 juta) diduga tidak direalisasikan. Selain itu, dana BOPD sebesar Rp10 juta yang diperuntukkan bagi pengecatan pagar sekolah juga dikabarkan tidak ada fisiknya.
AR, yang saat ini diketahui telah berpindah tugas menjadi Kepala Sekolah di SMA Negeri Bantarujeg, hingga kini belum memberikan keterangan resmi.
Awak media telah berupaya melakukan klarifikasi dengan menghubungi yang bersangkutan melalui sambungan telepon maupun pesan singkat WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, AR masih sulit dihubungi dan tidak memberikan respons terkait tudingan tersebut.
Pihak-pihak terkait berharap adanya transparansi dan pemeriksaan lebih lanjut dari instansi berwenang guna memastikan kebenaran alokasi anggaran pendidikan di Kabupaten Majalengka agar tetap tepat sasaran. (M.Yahya)
