Bupati Subang Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Sampaikan Amanat Kepala BPIP RI

0 0
Read Time:2 Minute, 52 Second

SUBANG, RBO – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 tingkat Kabupaten Subang yang digelar di Halaman Kantor Bupati Subang, Selasa (2/6/2026).

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti unsur ASN, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat.

Petugas upacara terdiri dari Perwira Upacara Kabag Ops Polres Subang Kompol Yudi Sadikin, S.IP., Komandan Upacara Kanit Patroli Polres Subang Iptu Deden Mahrus Ali, serta pembaca teks UUD 1945 M. Fadil, anggota Paskibraka Provinsi Jawa Barat dari SMA Astha Hannas.

Usai pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Subang, Kang Rey memimpin pembacaan teks Pancasila yang diikuti seluruh peserta upacara sebagai bentuk penguatan komitmen terhadap nilai-nilai dasar bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Subang juga menyerahkan penghargaan Tindak Lanjut Aduan Media Sosial periode April dan Mei 2026 kepada perangkat daerah dan kecamatan yang dinilai responsif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

Untuk periode April 2026, penghargaan Kategori Dinas Tersigap diraih Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, sementara Kecamatan Jalancagak meraih penghargaan Kecamatan Tersigap.

Sedangkan pada periode Mei 2026, Dinas Kesehatan kembali menjadi Dinas Tersigap, sementara Kecamatan Patokbeusi dinobatkan sebagai Kecamatan Tersigap.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para pemenang Lomba Perpustakaan Desa Terbaik.

Juara pertama diraih Desa Tambakmekar Kecamatan Jalancagak, disusul Desa Tanjungsiang Kecamatan Tanjungsiang sebagai juara kedua, dan Desa Cicadas Kecamatan Sagalaherang sebagai juara ketiga.

Dalam amanat yang dibacakannya, Kang Rey menyampaikan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, tema yang diusung tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” katanya.

Kang Rey juga mengingatkan bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan ekonomi dan teknologi.

Menurutnya, Pancasila harus tetap menjadi kompas moral yang membimbing arah pembangunan nasional.

“Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong.

Namun kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Kang Rey mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam persatuan, dan kokoh karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai,” pungkasnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Subang, Kepala Kejaksaan Negeri Subang, unsur Forkopimda, para Asisten Daerah, Kepala OPD, para Camat, serta tamu undangan lainnya. (A.Wahyudin)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *