Bocah Kelas 5 SD Di Cabuli Berulang Kali, Keluarga Korban Laporkan Pelaku ke Polres Pelalawan

PELALAWAN, RBO – Kasus pencabulan anak dibawah umur digagahi sebanyak 13 kali oleh pelaku di Kecamatan Pangkalan Lesung.

Pihak keluarga tidak terima dan membuat laporan di Mapolres Pelalawan. Selasa(9/7/2024), ungkap Ibu kandung korban kepada media ,pihak keluarga sudah membuat laporan pada tanggal 2 Juli 2024 di Mapolres Pelalawan.

Ibu Kandung korban menceritakan bahwa kasus pencabulan ini terungkap atas informasi yang disampaikan oleh istri pelaku. Pada waktu itu istri pelaku datang kerumah dan menyampaikan “Kak, anak kakak diperkosa oleh suami saya”.Mendengar informasi kejadian itu langsung ditanyakan sama sebut saja (Bunga).

“Saya langsung menanyakan kebenarannya kepada anak saya, benar kamu sudah di perkosa oleh Ardan, dijawabnya benar, lalu saya tanya lagi, sudah berapa kali ia melakukan, anak saya menjawab sudah sebanyak 15 kali di tempat dan waktu yang berbeda. Ada di rumah pelaku, di rumah saya, dan di rumah orang tua pelaku, dibelakang rumah guru,” jelas Ibu Korban.

Berdasarkan pengakuan korban (Bunga), kejadian pertama kalinya pada bulan Januari 2024.Pada saat itu pelaku (Ardan) memanggil korban untuk memasang bola lampu dirumahnya.

Didalam rumah hanya ada pelaku dan korban, kemudian Pelaku menggendong korban untuk memasang bola lampu tersebut. Ketika itu pelaku melancarkan aksinya dengan memegang kemaluan si Bunga (Korban).

Setelah selesai memasang bola lampu, pelaku mengajak korban dan membuka celana korban lalu melancarkan aksi bejatnya sambil meremas payudara korban.

Kemudian setelah selesai melakukan aksi bejatnya pelaku memberi korban uang 50.000 dan mengancam jangan memberitahu siapapun. Sambil menjanjikan besoknya akan memberikan uang lagi, supaya tidak memberitahukan kepada siapapun.

“Iya, pada waktu itu Om Ardan memberikan uang sambil mengancam, supaya tidak mengasih tau siapapun, karena akan jika di kasih tau orang lain, aku akan ditangkap polisi,” cerita korban (Bunga) sambil menangis.

Kemudian ibu korban menjelaskan permasalahan ini sempat terjadi mediasi antara keluarga pelaku dan keluarga korban. Mediasi itu dilakukan pada bulan Maret 2024,pada saat itu hasilnya pihak pelaku memberikan uang sebesar Rp. 80.000.000.Selanjutnya istri pelaku datang meminta uang 10.000.000 , untuk di serahkan kepada Bhabinkamtibmas Indra .

Uang tersebut bersisa sebesar 70.000.000, kemudian istri pelaku datang meminta uang tersebut, dengan alasan dia yang menyimpan, karena kami tidak memiliki buku tabungan.

Beberapa hari kemudian istri pelaku datang kembali dan memberikan uang sebesar 10.000.000 untuk membeli motor dan yang membelikan motor adalah pelaku.

“Selang beberapa hari lagi saya meminta uang kepada istri pelaku,akan tetapi istri pelaku mengatakan kepada saya, bahwa sisa uang berjumlah 45.000.000, karena 15.000.000 nya sudah diberikan kepada suami saya. Kemudian istri pelaku menyampaikan sisa uang yang 45.000.000 tidak bisa diambil lagi, dengan alasan payah, kata istri pelaku,” cerita Ibu korban.

Atas keterangan dari istri pelaku, Ibu korban tidak terima dan membuat laporan ke Mapolres Pelalawan, agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. (Sur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *