Tingkatkan Kesadaran Pajak Masyarakat, Kelurahan Pasirkareumbi Inovasi HARLI NAPAK
SUBANG, RBO – Komitmen Pemerintah Kelurahan Pasirkareumbi dalam meningkatkan pelayanan publik dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus diwujudkan melalui implementasi inovasi HARLI NAPAK (Hayu Urang Lincah Nagih Pajak).
Inovasi yang digagas oleh Lurah Pasirkareumbi, Sri Bagus Handoko, S.STP., M.AP., ini tentunya sebagai bagian dari Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan III Tahun 2026 ini mulai diimplementasikan sejak 29 Juni 2026.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kelurahan Pasirkareumbi membentuk Tim Efektif HARLI NAPAK yang terdiri atas Sekretaris Kelurahan dan para Kepala Seksi.
Tim tersebut dibagi ke dalam wilayah kerja yang mencakup 21 Rukun Warga (RW), dengan masing-masing wilayah dikoordinasikan langsung oleh pejabat struktural kelurahan.
Bahkan melalui pola kerja tersebut, kegiatan penagihan PBB-P2 dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terukur, dan menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan.
Mengusung konsep pelayanan jemput bola, Tim HARLI NAPAK mendatangi setiap RW untuk memberikan pelayanan, sosialisasi, konsultasi, sekaligus mengajak masyarakat menunaikan kewajiban pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Bahkan pendekatan ini tidak hanya memudahkan masyarakat dalam membayar pajak, tetapi juga memperkuat komunikasi dan kepercayaan antara pemerintah dengan warga.
Sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor, Kelurahan Pasirkareumbi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Subang menghadirkan Mobil Pelayanan LAPAK DARLING (Layanan Pajak Daerah Keliling) di lingkungan RW 13 BTN Ciheuleut pada 9 Juli 2026.
Selanjutnya, pada 21 Juli 2026, bekerja sama dengan Bank BJB, Kelurahan Pasirkareumbi menghadirkan Mobil Edukasi Bank BJB di RW 14 guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memperkenalkan kemudahan pembayaran pajak secara digital.
Sementara itu, dalam setiap kegiatan pun, Lurah Pasirkareumbi, Sri Bagus Handoko, S.STP., M.AP., turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan Aplikasi SIPANDA Subang sebagai sarana pembayaran PBB-P2 secara digital.
“Melalui aplikasi yang disediakan oleh Bapenda Kabupaten Subang tersebut, masyarakat dapat melakukan pembayaran dengan lebih mudah, cepat, aman, dan transparan tanpa harus datang ke loket pelayanan,” ujar Sri Bagus Handoko saat di temui rbo, Jumat pagi, (07/08/2026).
Sementara itu, untuk mendukung pengendalian pelaksanaan di lapangan, monitoring dan evaluasi dilakukan menggunakan aplikasi berbasis web MORIS (Monitoring Realisasi dan Informasi SPPT) milik Bapenda Kabupaten Subang.
Bahkan pemanfaatan aplikasi ini memungkinkan perkembangan distribusi SPPT, progres pembayaran, dan capaian realisasi PBB-P2 dipantau secara berkala sehingga pelaksanaan HARLI NAPAK berjalan lebih efektif dan berbasis data.
Implementasi HARLI NAPAK menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data realisasi pembayaran PBB-P2 Buku I dan Buku II selama periode 29 Juni hingga 7 Agustus 2026, total penerimaan yang berhasil dihimpun mencapai Rp56.148.385.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pelayanan yang kolaboratif, edukatif, dan berbasis digital mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, Pemerintah Kelurahan Pasirkareumbi juga memberikan penghargaan kepada RW yang berhasil menunjukkan capaian realisasi pembayaran PBB-P2 terbaik.
Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan memotivasi seluruh RW untuk terus meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak melalui persaingan yang sehat dan positif.
Lurah Pasirkareumbi, Sri Bagus Handoko, S.STP., M.AP., menyampaikan bahwa HARLI NAPAK bukan hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan pajak daerah, tetapi juga bertujuan membangun budaya sadar pajak di tengah masyarakat.
“HARLI NAPAK kami hadirkan bukan semata-mata untuk meningkatkan realisasi PBB-P2, tetapi untuk membangun kesadaran bahwa pajak merupakan bentuk gotong royong masyarakat dalam membiayai pembangunan daerah. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan akibat efisiensi dan inflasi, kami memahami situasi yang dihadapi masyarakat. Namun melalui pelayanan yang semakin dekat, edukasi yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital, serta pemberian apresiasi kepada lingkungan yang berprestasi, kami optimistis kesadaran masyarakat akan terus tumbuh. Setiap rupiah pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program yang meningkatkan kesejahteraan bersama,” ungkap Lurah Pasirkareumbi Subang.
Menurutnya, keberhasilan implementasi HARLI NAPAK tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Bapenda Kabupaten Subang, Bank BJB, para Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga Kelurahan Pasirkareumbi yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program tersebut.
“Kedepan, Pemerintah Kelurahan Pasirkareumbi berkomitmen untuk terus mengembangkan HARLI NAPAK sebagai inovasi pelayanan publik yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.
Dengan semangat “Hayu Urang Lincah Nagih Pajak”, diharapkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak terus meningkat sehingga mampu mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Subang yang lebih maju, unggul, dan sejahtera,” pungkasnya. (A.Wahyudin/Yaya.s).
