Kurang Maksimalnya Distribusi Air di Perumahan GMA, Akhirnya Duduk bersama dengan Developer

0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

SUMEDANG, RBO – Polemik distribusi air bersih di Perumahan Griya Makmur Abadi (GMA) RT 06 RW 02 Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, akhirnya memuncak hingga dilakukan rapat musyawarah dan mediasi yang melibatkan Pemerintah Desa, unsur keamanan, pengurus lingkungan, hingga pihak developer PT. Cakra Buana, Rabu (13/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di kantor pemasaran Perumahan GMA tersebut membuka berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan warga. Krisis distribusi air yang diduga telah berlangsung cukup lama memicu keresahan penghuni, terutama terkait ketidakstabilan pasokan air, kebutuhan penambahan toren, hingga belum maksimalnya sistem pengelolaan air di lingkungan perumahan.

Dalam forum tersebut, Ketua RT 06 bersama pengurus air dan perwakilan warga meminta kepastian penyelesaian persoalan distribusi air, termasuk pemasangan meteran untuk unit rumah baru serta kejelasan lokasi toren permanen.

Situasi semakin menarik ketika Direktur PT. Cakra Buana, H. Dodi Karsodi, menyampaikan akan memberikan dana sebesar Rp8 juta guna kebutuhan teknis pengelolaan air di Perumahan GMA. Dana tersebut nantinya akan diserahkan kepada Ketua RT dan pengurus air setelah berita acara ditandatangani.

Tidak hanya itu, pihak developer juga menyatakan akan menyerahkan satu sumur bor kepada kepengurusan air warga untuk dikelola lebih lanjut.

Namun di balik kesepakatan tersebut, muncul pernyataan yang menjadi perhatian peserta rapat. Pihak developer menegaskan bahwa ke depan permasalahan distribusi air di Perumahan GMA akan diserahkan sepenuhnya kepada kepengurusan warga yang akan dibentuk bersama.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan di tengah warga terkait kesiapan sistem, teknis, hingga sumber daya pengelolaan apabila seluruh tanggung jawab distribusi air nantinya benar-benar dialihkan kepada kepengurusan internal warga.

Kepala Desa Jatihurip dalam forum tersebut menegaskan bahwa pemerintah desa hadir sebagai mediator guna mencari jalan tengah atas persoalan yang terjadi. Bahkan pemerintah desa meminta agar kepengurusan air segera dibentuk secara resmi dan nantinya akan ditindaklanjuti melalui penyusunan Peraturan Desa (Perdes).

Ketua RW 02 dan Ketua BPD Desa Jatihurip juga turut menyoroti pentingnya pelibatan tenaga ahli di bidang perairan. Hal itu dinilai penting agar persoalan distribusi air tidak terus berulang dan memicu konflik baru di lingkungan warga.

Sementara itu, salah satu pengurus air, Bapak Endang, mengaku dengan kondisi teknis dan manajemen saat ini dirinya belum sanggup menjalankan pengelolaan air secara maksimal apabila tidak dilakukan perbaikan sistem secara menyeluruh.

Di sisi lain, pengurus air lainnya meminta tambahan toren penampungan bawah sebelum air didorong ke toren atas, mengingat mesin pompa air disebut kerap mengalami kerusakan akibat sistem yang ada saat ini.

Babinsa Desa Jatihurip yang hadir dalam forum tersebut mengingatkan agar seluruh pihak menjaga kondusifitas lingkungan dan tidak membiarkan persoalan air berkembang menjadi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Rapat mediasi tersebut turut dihadiri Kepala Desa Jatihurip, Ketua BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Direktur PT. Cakra Buana, Ketua RW 02, Ketua RT 06, pengurus air, serta sejumlah perwakilan warga dari beberapa blok di Perumahan Griya Makmur Abadi. (Rio)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *