2.800 KK MASIH GELAP GULITA, Warga Simpang 3 Jaya Keluhkan PLN Belum Masuk, Mesin PLTD Rusak Terus Sejak 2009
OGAN KOMERING ILIR, RBO -Masyarakat Desa Simpang 3 Jaya, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kembali mengeluhkan kondisi listrik desa yang hingga kini belum tersentuh aliran listrik PLN.
Selama bertahun-tahun, sekitar 2.800 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) swadaya untuk kebutuhan penerangan sehari-hari.
Namun ironisnya, mesin PLTD yang digunakan warga kerap mengalami kerusakan sehingga masyarakat sering hidup dalam kegelapan.
Menurut keterangan warga, mesin PLTD lama yang digunakan sejak tahun 2009 sudah berulang kali mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus bertahan dalam keterbatasan listrik selama bertahun-tahun.
“Mesin lama dari tahun 2009 sering rusak. Masyarakat sudah lama menderita karena listrik tidak stabil,” ungkap salah seorang warga.
Pada tahun 2023, mesin diesel kemudian diganti dengan mesin baru 8 silinder. Namun pergantian mesin tersebut dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan listrik di Desa Simpang 3 Jaya secara maksimal. Mesin baru itu disebut masih sering mengalami macet dan gangguan operasional hingga sekarang.
Selain masalah kerusakan mesin, warga juga mengeluhkan mahalnya harga bahan bakar minyak untuk operasional PLTD.
Sementara pendapatan dari iuran pelanggan dinilai tidak mencukupi karena banyak masyarakat yang kesulitan ekonomi dan tidak mampu membayar iuran secara rutin.
Akibat kondisi tersebut, warga mengaku sering merasakan pemadaman listrik dan hidup dalam keterbatasan. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar desa mereka segera mendapatkan aliran listrik permanen dari PLN.
Masyarakat Desa Simpang 3 Jaya juga menyampaikan harapan kepada DPRD Kabupaten OKI, Bupati OKI, serta dinas terkait agar memperhatikan keluhan masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan listrik.
“Kami hanya ingin menikmati listrik seperti desa-desa lain. Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam kegelapan dan penderitaan,” harap warga.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera turun tangan memberikan solusi nyata demi pemerataan pembangunan dan kebutuhan dasar masyarakat di pelosok Kabupaten Ogan Komering Ilir. (Nov)
