Diduga Curanmor, Warga Cijati Hilir Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa di Tomo Sumedang
Sumedang, RBO — Aksi dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali mengusik rasa aman warga.
Kali ini, seorang pria bernama Dedi Supena, warga Cijati Hilir RT 03/06, diamankan warga di Desa Mekarwangi, Kecamatan Tomo, setelah diduga membawa kabur sepeda motor milik warga.
Peristiwa ini bermula saat sepeda motor Honda Supra milik seorang warga yang tengah bekerja di ladang, raib dari lokasi parkir di pinggir jalan. Dalam hitungan waktu singkat, kecurigaan warga muncul ketika kendaraan tersebut terlihat melintas dibawa oleh dua orang pria.
Tanpa komando, warga langsung bergerak cepat melakukan pengejaran. Situasi sempat memanas. Kedua terduga pelaku berhasil dihentikan dan diamankan di wilayah Desa Mekarwangi.
Ketegangan tak terhindarkan. Massa yang geram nyaris meluapkan emosi. Beruntung, aparat desa sigap meredam situasi sehingga aksi main hakim sendiri berhasil dicegah.
Kedua terduga pelaku kemudian dibawa ke halaman kantor desa untuk diamankan sementara. Pemerintah Desa Mekarwangi langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum.
Kepala desa setempat juga melakukan koordinasi lintas wilayah dengan Desa jati mekar Situraja, guna memastikan identitas salah satu terduga pelaku yang diketahui berasal dari daerah tersebut.
Dari penuturan aparat desa jati mekar Situraja ketika di temui di kantor desa,kejadian ini bukan yang pertama. Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah tersebut disebut kerap dihantui aksi pencurian.
“Sudah sering terjadi kehilangan. Motor pernah, aki mobil truk yang parkir di depan desa juga pernah hilang. Ini jelas meresahkan,” ungkap salah satu aparat desa.
Ia menegaskan, meskipun dugaan mengarah kuat, pihaknya tidak ingin berspekulasi tanpa bukti hukum yang sah.
Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan pola kejadian yang berulang. Hal ini memunculkan kekhawatiran adanya dugaan aktivitas pencurian yang lebih terorganisir, meski hal tersebut masih perlu didalami oleh aparat penegak hukum.
Warga pun kini mulai mempertanyakan efektivitas pengawasan dan penindakan terhadap maraknya curanmor di wilayah tersebut. Jika tidak segera ditangani secara serius, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terulang dengan eskalasi yang lebih berbahaya.
“Kalau tidak cepat ditangani, ini bisa memicu kemarahan warga. Kasus dede supena dan saudara tirinya saja nyaris terjadi tindakan di luar kendali,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dedi Supena saat ini telah diamankan di Polres Sumedang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat adanya itikad dari pihak keluarga untuk datang atau berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait kasus tersebut
“Kami tidak akan mentolerir tindakan pencurian dalam bentuk apapun. Serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Harus ada efek jera,” tegasnya.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Masyarakat diminta tetap waspada, sementara aparat penegak hukum didorong untuk bertindak lebih tegas dan terukur dalam memberantas jaringan pencurian yang kian meresahkan.
Jika tidak, bukan hanya harta benda yang terancam—situasi keamanan sosial pun bisa ikut tergerus. (Rio)
