Kondisi Fasilitas SMPN 3 Satu Atap Warungkiara Perlu Perhatian
Sukabumi, RBO – Kondisi fasilitas di SMP Negeri 3 Satu Atap Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terlihat kurang terawat, khususnya pada bagian-bagian yang sebenarnya masuk dalam kategori pemeliharaan ringan.
Dari hasil pengamatan sederhana di lingkungan sekolah, beberapa pintu ruang kelas tampak sudah mengalami kerusakan.
Kunci pintu banyak yang tidak berfungsi dengan baik seperti seharusnya. Bahkan, ada pintu yang jika ingin ditutup harus diikat menggunakan tali rafia, karena sudah tidak bisa dikunci lagi.
Kondisi ini cukup disayangkan, karena fasilitas dasar seperti pintu kelas seharusnya dalam keadaan layak pakai.
Apalagi ruang kelas merupakan tempat utama siswa melakukan kegiatan belajar setiap hari, sehingga kenyamanan dan keamanannya perlu diperhatikan.
Di sisi lain, terlihat adanya perbedaan kondisi pada beberapa ruangan. Ruang kantor dan ruang guru justru memiliki pintu dan kunci yang masih dalam kondisi baik dan berfungsi normal.
Hal ini menimbulkan kesan bahwa perhatian terhadap fasilitas belum merata, terutama pada ruang-ruang yang digunakan langsung oleh siswa.
Jika melihat aturan yang ada, pemeliharaan ringan seperti perbaikan kunci, engsel pintu, atau kerusakan kecil lainnya biasanya sudah termasuk dalam penggunaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). A
rtinya, perbaikan seperti ini seharusnya bisa dilakukan tanpa harus menunggu kerusakan menjadi lebih parah.
Kerusakan yang terlihat sederhana ini jika terus dibiarkan bisa berdampak lebih luas.
Selain mengganggu kenyamanan belajar, kondisi pintu yang tidak bisa dikunci dengan baik juga dapat menimbulkan kekhawatiran dari sisi keamanan, baik untuk siswa maupun barang-barang yang ada di dalam kelas.
Selain itu, berdasarkan keterangan sejumlah warga di sekitar lingkungan sekolah, disebutkan bahwa kepala sekolah dinilai jarang berada di lokasi.
Informasi ini tentu masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut, namun menjadi bagian dari perhatian publik terhadap pengelolaan dan pengawasan di lingkungan sekolah.
Beberapa pihak berharap agar kondisi ini bisa segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Perawatan ringan yang dilakukan secara rutin dinilai penting untuk menjaga lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan layak digunakan.
Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah terkait kondisi tersebut. Masyarakat pun berharap ada langkah nyata ke depan agar fasilitas sekolah bisa diperbaiki dan tidak terus dibiarkan dalam kondisi seperti sekarang. (Amud)
