Longsor di Sumedang Selatan, Satu Warga Tertimbun, Proses Pencarian Terkendala Medan Sempit

0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Sumedang, RBO — Warga Kabupaten Sumedang berduka setelah terjadi bencana longsor pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di RT 01/RW 07, Kampung Ciranggon, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Kamis siang, kondisi di sekitar titik longsor tampak memprihatinkan. Sejumlah rumah warga terdampak material tanah dan akar bambu yang longsor dari tebing di belakang permukiman.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa longsor diduga dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut.

“Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB akibat curah hujan yang cukup tinggi,” ujar Bambang saat ditemui di lokasi.

Dalam kejadian tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia atas nama Pepen (63), yang diduga tertimbun material longsor saat berada di dalam rumah.

Sementara itu, empat orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di RSUD Umar Wirahadikusumah serta diperbolehkan pulang.

Korban selamat diketahui bernama Apong Suryani (56), Eha (37), Nizam (14), dan Nazia (3).

Selain itu, seorang warga lainnya, Zeni, berhasil selamat, meski mengalami kerugian akibat kandang kambing miliknya yang tertimbun. Dari 10 ekor kambing, hanya satu yang berhasil diselamatkan.

Diduga saat kejadian, korban Pepen tengah tertidur, sementara anggota keluarga lainnya berhasil menyelamatkan diri karena masih terjaga dan segera berlari keluar rumah.

Hingga Kamis siang, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan. Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Basarnas, serta warga setempat dikerahkan ke lokasi.

Namun, upaya evakuasi menghadapi kendala berat, terutama kondisi medan yang sempit dan sulit dijangkau alat berat.

“Kami sudah berupaya maksimal, namun akses yang terbatas membuat alat berat tidak bisa masuk ke lokasi,” jelas Bambang.

Sebagai alternatif, tim memanfaatkan bantuan komunitas kendaraan off-road untuk menarik material longsoran berupa akar bambu yang diduga menimbun korban.

Meski demikian, proses evakuasi tetap dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi tanah yang masih labil dan potensi hujan susulan yang dapat memicu longsor tambahan.

“Kami juga melakukan mitigasi agar tim di lapangan tetap aman. Cuaca masih berpotensi berubah sewaktu-waktu,” tambahnya.

BPBD berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil. Di sisi lain, masyarakat yang tinggal di sekitar tebing diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Warga juga diminta segera melaporkan jika terjadi keadaan darurat melalui layanan call center 122 milik Pemda Sumedang atau 110 milik kepolisian, guna mempercepat penanganan di lapangan. (Rio)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *