Sakit Hati Diduga Jadi Motif Pembunuhan Bos Sayuran, Empat Orang Terlibat

0 0
Read Time:3 Minute, 7 Second

Dua Pelaku Diamankan, Tiga Lainnya Diburu Polisi

PALEMBANG, RBO – Kasus pembunuhan sadis terhadap J (54), seorang bos sayuran asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, akhirnya mulai terungkap.

Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi terkubur di wilayah Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir.

Polisi mengungkap, pembunuhan tersebut diduga dilatarbelakangi sakit hati pelaku F alias P (22) terhadap korban yang disebut-sebut kerap melakukan pelecehan seksual selama dirinya bekerja.

Ironisnya, F merupakan anak buah korban sendiri. Dalam menjalankan aksinya, F diduga dibantu rekannya berinisial EDI alias D (17).

Berdasarkan hasil penyelidikan, total terdapat empat orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan hingga proses penguburan jasad korban.

Dua orang yang disebut sebagai pelaku utama telah diamankan, sedangkan dua orang lainnya, yakni Asnawi (45) yang merupakan ayah F dan Asmadi (38), pamannya, turut diduga membantu menguburkan jasad korban serta membawa dan menggadaikan mobil milik korban.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Sofwan Rosyidi, mengatakan, berdasarkan pengakuan F, dirinya pertama kali mengenal korban melalui Facebook pada 1 Oktober 2026. Saat itu, korban menawarkan pekerjaan berjualan sayur dengan upah Rp150 ribu per hari.

Namun, menurut pengakuan tersangka, selama bekerja korban kerap melakukan pelecehan seksual dengan menjanjikan tambahan upah.

“P awal mula kenal korban dari Facebook pada 1 Oktober 2026 dengan menawarkan pekerjaan jualan sayur dengan upah Rp150 ribu per hari. Akan tetapi menurut pelaku, korban sering melakukan pelecehan seksual dengan dijanjikan upah tambahan,” ungkap Sofwan, Kamis (5/11/2026).

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Minggu malam (11/10/2026). Saat itu, korban menghubungi F untuk bertemu di kawasan kebun sawit daerah C2, Sungai Lilin, Kabupaten Muba.

F kemudian mengajak rekannya, D, yang sebelumnya juga dikenalkan kepada korban. Setibanya di lokasi, korban disebut meminta kedua pelaku melakukan hubungan seksual. Ketika korban dalam posisi terlentang, F diduga langsung memiting leher korban menggunakan kedua lengannya hingga mengalami kehabisan napas.

Tidak berhenti di situ, D juga diduga menendang bagian kemaluan korban dan ikut melakukan pemukulan.

“Ketika pelaku P merasa korban telah meninggal, lalu pelaku D menerjang kemaluan korban dan ikut memukul korban. Setelah korban diperkirakan meninggal, korban diangkut ke dalam mobil milik korban oleh kedua pelaku dan membawa mayat korban ke daerah Mayapati, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir,” jelas Sofwan.

Setibanya di wilayah Mayapati, F kemudian mengajak ayah dan pamannya untuk membantu menguburkan jasad korban. Setelah itu, mobil Daihatsu Sigra milik korban dibawa ke Kecamatan Pampangan, Kabupaten OKI.

Keberadaan kendaraan tersebut akhirnya terungkap setelah keluarga korban melakukan pelacakan melalui GPS yang terpasang di mobil hingga menemukan petunjuk keberadaannya di wilayah OKU Timur.

JASAD DISERET PULUHAN METER

Sebelumnya, Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel bersama personel Polsek Sungai Lilin, Polsek Pemulutan, dan Tim Identifikasi (Inafis) mengevakuasi jasad korban dari lokasi penguburan di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir.

Kanit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKP Novel Siswandi, mengatakan jasad korban dibawa menggunakan mobil sebelum akhirnya dikuburkan di lokasi tersebut.

“Jasad korban dikubur di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Ogan Ilir. Pengakuan tersangka, jasad korban diseret puluhan meter dari pinggir jalan menuju lokasi yang ada di bekas saluran irigasi perkebunan,” terang Novel, Rabu (4/11/2026).

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, warga Desa Pematang Bangsal mengaku tidak mengetahui adanya jasad yang dikuburkan di kawasan perkebunan tersebut.

Salah seorang warga, Sarnubi, mengaku terkejut ketika diberitahu mengenai penemuan jasad di wilayah desanya. Ia bahkan diminta membantu menggali tanah untuk proses evakuasi.

“Saya diberi tahu untuk ikut menggali tanah untuk mengevakuasi jasad korban. Jujur saja sebelumnya tidak tahu karena tidak ada bau busuk yang tercium,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel masih melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat serta mendalami motif dan rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut. (Nov)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *