Proyek Revitalisasi SMAN 1 Sumberjaya Berujung Polemik, Dana BOS Diduga Dipakai Bayar Utang Material

0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

MAJALENGKA, RBO — Proyek revitalisasi SMAN 1 Sumberjaya, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, yang bersumber dari anggaran tahun 2025 senilai kurang lebih Rp2 miliar, menuai polemik.

Proyek pembangunan tersebut diduga menyisakan persoalan lantaran adanya dugaan pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membayar utang bahan bangunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, pada akhir tahun 2025—sekitar bulan Oktober—Kepala SMAN 1 Sumberjaya saat itu, Yayat, dipindahtugaskan ke salah satu SMA Negeri di wilayah Kabupaten Indramayu.

Posisinya kemudian digantikan oleh Mista, yang sebelumnya bertugas di wilayah Binong, Kabupaten Subang.

Narasumber tersebut mengungkapkan bahwa saat transisi kepemimpinan berlangsung, program revitalisasi sekolah belum sepenuhnya selesai.

Selain itu, pengerjaan proyek disebut masih meninggalkan tanggungan piutang di salah satu toko bangunan setempat dengan nilai mencapai kisaran Rp80 juta.

“Sangat ironis jika pembayaran utang ke toko bangunan sebesar Rp80 juta tersebut justru menggunakan dana BOS. Pembayaran baru dilakukan pada bulan berikutnya saat pencairan tahap dua proyek revitalisasi sebesar 30 persen pada Oktober 2025,” ujarnya.

Narasumber juga menambahkan, anggaran pada pencairan tahap dua sebesar 30 persen tersebut sebenarnya sudah dialokasikan untuk melunasi kewajiban ke toko bangunan. Namun, ia mengklaim dana tersebut justru dibawa oleh mantan Kepala Sekolah, Yayat.

Guna menguji kebenaran informasi tersebut, awak media melakukan konfirmasi langsung dengan menyambangi Yayat di tempat tugas barunya di salah satu SMA Negeri di wilayah Kabupaten Indramayu pada Rabu (14/10/2026).

Saat dikonfirmasi, Yayat secara tegas membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyatakan bahwa informasi mengenai pembawaan uang tersebut sama sekali tidak benar.

“Itu sangat tidak benar. Mengenai pembayaran ke toko material, kemungkinan hanya meminjam terlebih dahulu dari dana BOS, dan nantinya diganti apabila anggaran yang 30 persen itu sudah cair. Mungkin alurnya seperti itu,” tegas Yayat kepada awak media.

Dugaan pengelolaan anggaran yang tidak sesuai peruntukannya ini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak SMAN 1 Sumberjaya saat ini.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum berhasil menemui Kepala SMAN 1 Sumberjaya yang baru, Mista.

Yang bersangkutan berulang kali tidak berada di tempat saat disambangi di lingkungan sekolah, dan upaya konfirmasi melalui sambungan telepon seluler pun tidak membuahkan hasil lantaran nomor ponselnya dalam kondisi tidak aktif.

Pihak media masih terus berupaya ruang konfirmasi terbuka bagi pihak-pihak terkait guna menjaga keberimbangan berita. (M.Yahya)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *