Pria Tewas Ditusuk di Diskotek Darma Agung Palembang, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif
PALEMBANG, RBO — Insiden keributan berdarah terjadi di Diskotek Darma Agung, Jalan Kolonel H. Burlian, Kecamatan Sukarami, Palembang, Minggu dini hari (22/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa tersebut berujung tragis setelah seorang pria dilaporkan meninggal dunia akibat luka tusuk.
Korban diketahui berinisial P.J. (43), seorang karyawan swasta. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Siti Fatimah Palembang untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, korban dinyatakan meninggal dunia pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB akibat luka tusuk serius di bagian kepala sebelah kiri.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Unit Reskrim Polsek Sukarami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penyelidikan awal.
Berdasarkan keterangan sementara dari saksi di lokasi, insiden bermula dari cekcok antara M.F. (22), yang merupakan adik korban, dengan seorang pria berinisial K.A. (25). Perselisihan itu memanas hingga M.F. menghubungi korban untuk datang ke lokasi.
Setibanya di TKP, korban berupaya mendekati pelaku yang saat itu berada di dalam kendaraan. Namun situasi semakin memanas setelah pelaku turun sambil membawa senjata tajam, yang kemudian memicu keributan.
Dalam kondisi tersebut, pelaku sempat menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekelompok orang. Saat berusaha melarikan diri, pelaku mengayunkan senjata tajam dan mengenai kepala korban hingga menyebabkan luka fatal.
Petugas kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna mengungkap kronologi secara utuh.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara serius dan profesional.
“Penyidik telah bergerak cepat sejak awal kejadian. Saat ini kami masih mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV. Kami pastikan pelaku segera terungkap dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak main hakim sendiri.
Setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum,” tegasnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat. Polda Sumsel memastikan proses hukum akan berjalan transparan dan akuntabel, serta perkembangan kasus akan disampaikan kepada publik. (Nov)
