Pemkab Sumedang Gandeng Garudafood, Siap Kembangkan Sentra Kacang Tanah dan Buka Peluang Kerja Petani
Sumedang, RBO – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mendorong penguatan sektor pertanian berbasis kemitraan industri. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan yakni kerja sama pengembangan komoditas kacang tanah bersama PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk.
Pembahasan konsep kerja sama tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, Kamis (12/2/2026), yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Hj. Tuti Ruswati dan sejumlah perangkat daerah serta jajaran manajemen dari PT. Garudafood.
Sekda Sumedang Hj. Tuti Ruswati menyampaikan, Pemerintah Daerah menyambut baik rencana investasi Garudafood karena dinilai mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan, termasuk penguatan hilirisasi serta kemitraan antara perusahaan dengan petani lokal.
“Kerja sama ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penciptaan pasar yang jelas dan pendampingan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dikatakan Tuti, Pemerintah Daesah Kabupaten Sumedang akan berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kerja sama antara Garudafood dengan kelompok tani, termasuk dalam hal penyediaan dukungan kebijakan, pendampingan, serta kesiapan lahan yang disesuaikan dengan potensi wilayah.
Sementara itu, Direktur Farming RudybBrigianto mewakili dari pihak PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk menjelaskan, Sumedang memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas kacang tanah sebagai bahan baku utama produk unggulan mereka, seperti Kacang Garuda dan Kacang Rosta.
“Perusahaan menilai peluang tersebut sangat strategis mengingat saat ini sekitar 95 persen kebutuhan bahan baku kacang tanah masih berasal dari impor, padahal potensi produksi dalam negeri dinilai mampu memenuhi kebutuhan industri,”ungkapnya.
Dalam skema kerja sama ini, kata dia, Garudafood akan berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil panen petani, sekaligus memberikan pendampingan teknis budidaya, penyediaan bibit unggul, monitoring produksi, hingga penetapan harga pengaman guna melindungi petani dari fluktuasi harga pasar.
“Perusahaan berkomitmen menjamin penyerapan hasil panen petani dalam jangka waktu lima hingga enam tahun melalui pola kemitraan yang terstruktur,” kata Rudy.
Ia memgatakan, hasil survei sementara menunjukkan sejumlah wilayah di Sumedang memiliki potensi lahan yang cukup baik untuk pengembangan komoditas kacang tanah, meski masih diperlukan peningkatan kapasitas petani dan penguatan sarana prasarana pendukung.
Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa substansi Perjanjian Kerja Sama (PKS) akan segera disempurnakan, sementara Nota Kesepahaman (MoU) akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak manajemen Garudafood sebelum dilakukan penandatanganan resmi. (Nbbn)
