Orang Islam Kok Mengimani Dewi Fortuna Sebagai Penentu Keberuntungan

0 0
Read Time:6 Minute, 23 Second

Penulis: Abd.Mukti – Pemerhati Kehidupan Beragama.

Beberapa hari yang lalu disalah satu media sosial ada seseorang yang menyatakan usahanya tidak berhasil karena ‘dewi fortuna’ tidak berpihak padanya. Menurutnya keberuntungan itu ditentukan oleh dewi fortuna.

Tak ayal, penulis statemennyapun saya tolong agar bertobat dari dosa melanggar tauhid. Dan saya sampaikan bahwa yang menentukan keberuntungan atau nasib seseorang adalah Allah Ta’ala bukan seorang dewi fortuna.

Fenomena paham aqidah semacam itu sering terjadi bagi banyak orang yang notabene beragama Islam, satu aqidah atau keimanan yang kontra dengan aqidah Islam.

Tidak sedikit umat Islam karena kurang memahami aqidah Islam, sering terpeleset pada kesesatan. Antara lain masih ada yang mengimani adanya kekuatan atau sosok selain Allah yang mengatur nasib, keberuntungan atau rezeki. Tentu keimanan seperti itu jelas merusak tauhid karena semua taqdir baik buruk hanya berasal dari Allah Ta’ala

Siapa Dewi Firtuna itu ?

Fortuna (bahasa Latin: Fortūna, setara dengan dewi Yunani Tyche) adalah dewi keberuntungan dan personifikasi nasib baik dalam agama Romawi. Fortuna sering kali digambarkan dengan sebuah gubernaculum (setir kapal), sebuah Rota Fortunae (roda keberuntungan) dan sebuah cornucopia.(Wikipedia).

Sepertinya orang yang menisbatkan sosok dewi fortuna sebagai pemberi keberuntungan masih sering kita temui.

Kalau kita saksikan komentator olah raga misalnya dalam mengomentari laga permainannya karena begitu semangatnya sampai dia membawa sang dewi fortuna sebagai pemberi keberuntungan. Dan kalau tim kesebelasannnya gagal katanya lantaran dewi fortuna belum berpihak kepadanya. Na’udzubillahi mindzalik.

Menurut aqidah Islam jelas bahwa yang berkuasa memberikan manfaat dan keberuntungan adalah Allah Yang Maha Esa. Begitupun sebaliknya yang berkuasa memberikan kemudharatan atau bahaya adalah Allah Tuhan semesta alam.

Dengan demikian jika seorang menggantungkan nasibnya kepada selain Allah, baik itu seorang dewi fortuna, jin,dukun, atau makhluk lain yang dianggap punya kekuasaan untuk mengabulkan pertolongannya jelas ini bentuk syirik besar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam, alias murtad, na’udzubillahi mindzalik.

Jika Allah berkehendak memberikan keberuntungan, tidak ada yang dapat menolaknya. Dan sebaliknya jika Allah berkehendak menghancurkan seseorang maka tidak ada yang dapat menyelamatkannya. Sebagaimana firmanNya:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ [الأنعام/17]

Jika Allah menimpakan kemudaratan kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia; dan jika Dia memberikan kebaikan kepadamu, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Al-An’am: 17)

Dalam surat yang lain juga ditegaskan :

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗٓ اِلَّا هُوَۚ وَاِنْ يُّرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَاۤدَّ لِفَضْلِهٖۗ يُصِيْبُ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖۗ وَهُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ۝١٠٧

“Jika Allah menimpakan suatu mudarat kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan jika Dia menghendaki kebaikan bagimu, tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikannya (kebaikan itu) kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(QS.Yunus :107).

Apa itu Syirik ?

Kalau kita perhatikan mengapa banyak orang yang masih tersesat pada lembah kesyirikan. Penyebabnya antara lain memang mereka belum mengetahui apa itu syirik. Tanpa sadar aktivitas atau bahkan ibadah yang dilakukan melanggar tauhid.

Untuk itu berikut ini saya sampaikan definisi syirik menurut para ulama :

الشرك هو تسوية غير الله بالله فى شئ من خصائص الله

“ Dyirik adalah menyamakan selain Allah dengan Allah, dalam segala sesuatu yang menjadi kekhususan Allah.” (Ushul Iman fi Dhau’ al-Kitab wa as-Sunnah, hlm. 73 dan Risalah fi Usus al-Aqidah, hlm. 51).

Hak Khusus Allah

Berikutnya, yang perlu kita pahami adalah apa saja yang menjadi hak khusus Allah. Sehingga ketika ini diberikan kepada makhluk, maka dia berarti telah melakukan kesyirikan.

Dalam buku Ushul al-Iman (hlm. 73) disebutkan bahwa orang yang memperlajari ayat-ayat al-Quran yang berbicara tentang Allah, akan menyimpulkan bahwa hak khusus Allah terangkum dalam 3 hal,

Pertama; dalam masalah perbuatan Allah (af’al al-Khaliq) terhadap makhluknya. Seperti menciptakan, mengatur alam semesta, menguasai, mengabulkan do’a, memberi rizki, menetapkan hukum, dan lain-lain. Para ulama aqidah menyebutkan sebagai hak rububiyah, keMaha Esaan Allah dalam kedudukannya sebagai Rabb, yang menciptakan, mengatur, dan memiliki seluruh alam.

Karena itu, jika ada orang yang meyakini bahwa ada makhluq yang mampu menciptakan dari tidak ada menjadi ada sebagaimana Allah, berarti dia telah menyekutukan Allah dalam masalah rububiyah.

Termasuk orang yang meyakini ada dewi fortuna yang bisa mengendalikan keberuntungan. Ini keyakinan syirik karena berarti telah menyamakan si dewi fortuna dengan Allah dalam salah satu perbuatan khusus milik Allah, yaitu mengatur keberuntungan.

Kedua; dalam kedudukannya sebagai Dzat yang berhak untuk disembah dan diibadahi, apapun bentuk ibadahnya. Siapa yang memberikan salah satu bentuk peribadatan kepada selain Allah, berarti dia memberikan hak khusus Allah untuk disembah, kepada selain Allah. Para ulama aqidah menyebutnya sebagai hak uluhiyah.

Bentuk ibadah sangat banyak, tidak hanya shalat atau sujud, karena ibadah mencakup ibadah lahir maupun batin; ibadah fisik anggota badan, lisan, maupun hati, seperti berdoa, meminta pertolongan, nadzar, tawakkal, rasa takut yang disertai pengagungan, cinta yang disertai pengagungan, dst.

Berdoa kepada makhluk, memohon sesuatu yang hanya mungkin dikabulkan oleh Allah, termasuk bentuk syirik besar.

Ketiga, dalam kesempurnaan Nama-nama dan Sifat-sifat Allah, seperti menyandang nama Allah, Ar Rabb dan Ar Rahman, atau mengetahui hal yang Gaib, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, yang tidak ada sesuatupun yang menyamai-Nya.

Jika seseorang meyakini bahwa ada kyai bisa mendengar sesuatu yang jauh, atau melihat tempat yang jauh, atau mengetahui masa depan, berarti dia telah menyamakan pak kyai dengan Allah dalam sifat yang hanya dimiliki oleh Allah.

Ancaman Dosa Syirik

Sobat Muslim !

Kita harus hati-hati jangan sampai aktivitas atau bahkan ibadah yang dilakukan justru masuk kategori syirik. Karena dosa syirik ancamanya sangat besar yaitu antara lain seluruh amalan yang pernah dilakukan terhapus semua karena murtad.

Firman Allah :

وَلَوْ أَشْرَكُوْا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ {الأنعام: 88}.

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.“(Al-an’am 88).

Dan dosa kesyirikan itu tidak akan Allah ampuni apabila pelakunya meninggal dan belum bertaubat.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).

Orang musyrik diharamkan masuk surga dan tempat kembalinya adalah neraka.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهُ ُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah: 72).

Semoga Allah swt senantiasa melindungi kita dari dosa terbesar dalam Islam yaitu syirik.

Wallahu a’lam

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *