Mahasiswa STPDN Dukung Program Desa Cantik di Jatihurip, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Desa

0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

SUMEDANG, RBO — Mahasiswa Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) semester VI melaksanakan kegiatan tahunan pendataan Statistik Desa Cantik (Si Cantik) di Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pendidikan lapangan sekaligus bentuk kontribusi nyata dunia kampus dalam mendukung pembangunan desa berbasis data.

Kepala Desa Jatihurip, Tata, mengapresiasi kehadiran mahasiswa STPDN yang terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan pendataan statistik warga.

Menurutnya, kegiatan ini membantu desa dalam memperoleh data yang lebih akurat serta menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa sebagai calon aparatur dan pemimpin masa depan.

“Kami menyambut baik kegiatan mahasiswa STPDN di Desa Jatihurip. Mereka berbagi ilmu dan langsung berbaur dengan masyarakat. Pemerintah desa mengawal kegiatan ini melalui RT dan RW agar pendataan Statistik Desa Cantik berjalan optimal,” ujar Tata.

Ia menambahkan, program tersebut memberikan manfaat langsung bagi desa dan diharapkan dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk kerja sama antara dunia pendidikan dan pemerintahan desa.

Pemerintah desa, kata Tata, siap mendukung kegiatan tersebut meski tanpa menggunakan anggaran desa.

Dukungan juga datang dari Camat Sumedang Utara, Ayuh. Ia menilai program pendataan Statistik Desa Cantik sejalan dengan kebutuhan desa dalam membangun basis data yang akurat dan berkelanjutan.

“Kami instruksikan sampai ke tingkat desa agar RT dan RW membantu mahasiswa untuk turun langsung ke warga dan berbaur dalam proses pendataan statistik desa,” ujar Ayuh.

Sementara itu, Ketua Kelompok Mahasiswa STPDN, Putri Yasmin, menjelaskan bahwa selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tinggal bersama warga melalui sistem induk semang untuk memperkuat interaksi sosial dengan masyarakat.

“Kami dibagi ke dalam empat induk semang, di antaranya di rumah Pak RT, rumah Bu Ila, dan rumah warga lainnya. Untuk kebutuhan konsumsi dan kegiatan selama di desa, seluruhnya ditanggung oleh pihak kampus,” jelas Putri.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintahan desa diharapkan terus terjalin, tidak hanya dalam penguatan data statistik desa, tetapi juga dalam menyiapkan sumber daya manusia pemerintahan yang berintegritas dan berpihak pada masyarakat. (Rio)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *