Jajaran Polsek Patokbeusi Siap Siaga dalam Menangani Bencana
SUBANG, RBO – Polsek Patokbeusi Polres Subang mengevakuasi sebuah pohon berukuran besar yang tumbang di Jalan Nasional Pantura Gempolsari Patokbeusi tepatnya Jalan 5, Senin malam
Pohon yang tumbang tersebut tentunya menghalangi atau menutup akses kendaraan yang akan mengarah ke arah jakarta dari arah Jawa.
Sementara itu, menurut saksi mata, peristiwa terjadi sekitar pukul 21.05 WIB, setelah hujan lebat dan angin kencang, Pohon tersebut roboh akibat hembusan angin kencang hingga pohon roboh dan menutup jalan nasional pantura yang mengarah ke Jakarta,
“Saya lagi lewat, karena sebelumnya hujan deras dan disertai angin, dan sepertinya pohon tersebut memang sudah lapuk, ya pas saya lihat enga ada korban jiwa atau yang tertimpa sih,” ujar Asep.
Sementara itu, jajaran Polsek Patokbeusi usai mendapatkan informasi bahwa ada pohon besar tumbang di jalur Pantura yang menutupi jalan, pihaknya sigap langsung melaksanakan evakuasi bersama warga sekitar.
Kapolsek Patokbeusi, Kompol Anton Indra Gunawan didampingi panit lantas Polsek Patokbeusi, sekaligus piket siaga Polsek Patokbeusi, AIPTU Alex mengatakan bahwa, sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada pohon besar tumbang menutupi jalan di Pantura.
“Setelah mendapatkan informasi kami langsung melakukan evakuasi dengan menggunakan gergaji mesin serta dengan memotong ranting bersama warga hal ini agar arus lalu lintas di jalur ini tetap lancar tidak ada kemacetan,” ungkap Kompol Anton.
Sementara itu, tak selang lama, pihak BPBD Subang juga membantu menebang sisa pohon yang menghalangi jalan.
“Alhamdulillah Pada pukul 22.50 Wib, jalan telah sepenuhnya dibersihkan dan lalu lintas kembali normal,” jelas Kompol Indra.
Terkait pohon roboh ini, tentunya menyoroti bahaya yang ditimbulkan oleh peristiwa cuaca ekstrem.
Kapolsek Patokbeusi juga menghimbau Pengguna jalan dan Warga untuk waspada apabila hujan besar dan angin kencang untuk menghentikan kendaraannya di tempat yang aman.
“Tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, kami minta ikuti arahan pihak berwenang serta memantau informasi resmi dari BMKG,” pungkasnya. (A. Wahyudin)
