Dalam Mengapresiasi Program, Pendiri LPI Tipikor Indonesia Turun Ke Lapas Kelas IIA Wr Kiara

0 0
Read Time:2 Minute, 11 Second

SUKABUMI, RBO – Pendiri LPI Tipikor Indonesia, melakukan kunjungan silaturahmi ke Lapas Kelas IIA Warungkiara kabupaten Sukabumi,

Rombongan kunjungan tersebut, diterima dengan baik oleh Jainal, selaku Binadik (Pembinaan Narapidana/Anak Didik), yang memberikan penjelasan mengenai berbagai program pembinaan yang dijalankan di dalam lapas.

Dalam perbincangan tersebut, Jainal menjelaskan bahwa kapasitas ideal Lapas Kelas IIA Warungkiara hanya 618 orang, namun saat ini jumlah warga binaan yang menjalani pembinaan mencapai 1.345 orang ucap Jainal pada Sabtu ll/07/2026,

Jainal menambahkan “Meski jumlah warga binaan telah melebihi kapasitas, seluruh petugas tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan dan pembinaan yang terbaik,”

Ia juga menjelaskan bahwa pemberian hak-hak warga binaan seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), maupun remisi, diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap perilaku dan kepatuhan warga binaan selama menjalani masa pidana.

Selain pembinaan kepribadian, Lapas Kelas IIA Warungkiara juga menyediakan berbagai program keterampilan sebagai bekal bagi warga binaan setelah bebas nanti.

Di antaranya pelatihan menjahit, membuat anyaman kain untuk keset, anyaman besek, serta berbagai kerajinan lainnya yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat masing-masing warga binaan.

“Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat, bahkan bisa memperoleh penghasilan selama menjalani pembinaan di lapas,” jelas Jainal.

Tidak hanya berfokus pada keterampilan, pembinaan keagamaan juga menjadi perhatian utama. Menurut Jainal, pihak lapas secara rutin memberikan siraman rohani setiap hari, termasuk program Pondok Pesantren Sa’adatud Daroin, pembelajaran hafalan Al-Qur’an, hingga kajian kitab kuning sebagai upaya membentuk karakter dan meningkatkan keimanan warga binaan.

“Harapan kami, setelah bebas nanti mereka bisa berkarya di tengah masyarakat, bukan kembali berkarya di dalam lapas. Karena masuk penjara bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri,” ungkap Jainal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kedua kepada mantan narapidana agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Kami berharap masyarakat dapat menerima mantan narapidana dengan baik. Anggaplah mereka sebagai saudara yang baru pulang dari perjalanan jauh, sehingga mereka memiliki semangat untuk memulai hidup yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Pendiri LPI Tipikor Indonesia, Suherman JB, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, beserta seluruh jajaran yang telah menerima kunjungan tersebut dengan hangat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala Lapas Kurnia Panji Pamekas dan khususnya kepada Bapak Jainal selaku Binadik yang telah menerima kami dengan baik serta memberikan penjelasan mengenai berbagai program pembinaan di Lapas Kelas IIA Warungkiara. Apa yang kami lihat hari ini menunjukkan adanya upaya nyata dalam membina warga binaan agar memiliki bekal keterampilan, akhlak, dan semangat untuk kembali menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat,” (A. Hidayat)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *