Akhir Triwulan II Tahun 2026, Realisasi PAD Pelalawan Jauh Dari Target

0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

PELALAWAN, RBO – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pelalawan hingga akhir triwulan II tahun 2026 masih jauh dari target. Kondisi tersebut membuat Bupati Pelalawan H. Zukri menyampaikan peringatan keras bahwa banyak program pembangunan daerah berpotensi tidak dapat direalisasikan apabila penerimaan daerah tidak segera mengalami peningkatan.

Pernyataan itu disampaikan Zukri saat rapat paripurna DPRD Pelalawan dengan agenda penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (13/7/2026).

Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, Zukri mengaku prihatin karena capaian PAD hingga pertengahan tahun baru berada di kisaran 25 persen dari target yang telah ditetapkan dalam APBD 2026.

“Capaian Pendapatan Asli Daerah sampai triwulan kedua ini masih jauh dari harapan atau apa yang sudah kita tetapkan. Ini harus kami sampaikan kepada seluruh anggota DPRD yang terhormat,” ujar Zukri.

Berdasarkan target APBD 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menargetkan PAD sebesar Rp411,45 miliar. Namun hingga akhir Juni 2026, realisasi yang masuk diperkirakan baru sekitar Rp102 miliar atau seperempat dari target tersebut.

Menurut Zukri, angka tersebut menjadi sinyal serius bagi kondisi keuangan daerah. Sebab, PAD menjadi salah satu sumber utama pembiayaan berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat yang telah direncanakan sepanjang tahun anggaran 2026.

“Artinya, jika masih 25 sampai 26 persen, akan banyak kegiatan yang tidak bisa kita realisasikan di tahun 2026 ini,” tegasnya.

Meski demikian, Zukri menilai peluang mengejar target masih terbuka karena masih tersisa dua triwulan. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki tanggung jawab terhadap penerimaan daerah bekerja lebih maksimal untuk meningkatkan pendapatan dari berbagai sektor.

Sebagai langkah percepatan, Zukri berencana mengundang pimpinan DPRD, para ketua fraksi, dan seluruh unsur legislatif untuk duduk bersama membahas strategi peningkatan PAD. Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan agar Pelalawan mampu memperkuat kemandirian fiskal.

“Kita akan duduk bersama dengan pimpinan dan seluruh anggota dewan untuk menyatukan persepsi. Sudah waktunya negeri ini mempersiapkan diri menjaga kemandirian daerah,” katanya.

Bupati dua periode itu juga menegaskan Pelalawan tidak boleh terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Ketergantungan tersebut dinilai berisiko terhadap keberlangsungan pembangunan ketika terjadi keterlambatan atau penurunan transfer dana.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pelalawan akan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan daerah agar target PAD dapat dikejar sebelum tahun anggaran berakhir.

Minimnya realisasi PAD hingga pertengahan tahun ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkab Pelalawan. Jika tidak segera digenjot, kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap pelaksanaan berbagai program prioritas dan pembangunan yang telah dianggarkan dalam APBD 2026. (Sur)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *