Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Proyek Revitalisasi SDN 3 Margasari Hanya Meraup Keuntungan?
PURWAKARTA, RBO – Proyek revitalisasi SDN 3 Margasari, Kabupaten Purwakarta, senilai Rp710 juta disorot tajam. Pembangunan fasilitas pendidikan yang dibiayai anggaran negara tersebut diduga kuat dikerjakan asal jadi dan menyimpang dari spesifikasi teknis demi meraup keuntungan sepihak.
Pantauan langsung di lokasi pembangunan menunjukkan indikasi pelanggaran yang cukup mencolok. Material bangunan yang digunakan diduga berkualitas rendah dan tidak memenuhi standar kelayakan konstruksi.
Penggunaan campuran pasir dan semen terlihat asal-asalan, di mana komposisi tanah pada pasir terasa dominan serta takaran semen disinyalir dikurangi secara signifikan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar terkait daya tahan dan keselamatan bangunan di masa depan, terlebih bangunan tersebut nantinya digunakan untuk aktivitas belajar-mengajar anak-anak sekolah dasar.
Selain masalah kualitas material, transparansi pelaksanaan proyek di lapangan juga berada di titik nol. Pihak pelaksana proyek terkesan sengaja menghindar dan enggan memberikan klarifikasi.
Saat berupaya dikonfirmasi mengenai kesesuaian Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen spesifikasi teknis, jajaran pekerja maupun penanggung jawab proyek di lokasi justru bersikap acuh tak acuh dan menolak memberikan keterangan secara terbuka.
Sikap tertutup dari pelaksana proyek ini kian memperkuat dugaan adanya praktik curang dan ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran sebesar Rp710 juta tersebut.
Sikap melengos dari kejujuran publik di area proyek publik adalah sinyal kuat bahwa ada hal besar yang berusaha ditutupi dari pengawasan masyarakat.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta beserta aparat pengawas internal maupun aparat penegak hukum (APH) untuk tidak tinggal diam.
Inspeksi mendadak dan audit teknis secara menyeluruh harus segera dilakukan. Jika pembiaran terhadap praktik pengadukan bahan asal-asalan ini terus berlanjut, negara bukan hanya dirugikan ratusan juta rupiah, melainkan juga mempertaruhkan keselamatan jiwa para siswa dan guru yang kelak menempati bangunan tersebut. (Iyus)
