Hasil Reses Dapil DPRD Pelalawan: Jalan, Drainase, dan Tenaga Medis Jadi Prioritas
PELALAWAN, RBO – Persoalan infrastruktur, jalan, drainase, pendidikan dan pelayanan kesehatan masih menjadi aspirasi utama masyarakat Kabupaten Pelalawan.
Hal itu terungkap dalam rapat paripurna penyampaian laporan hasil kunjungan anggota DPRD dalam kegiatan masa reses II daerah pemilihan (Dapil) tahun 2026.
Rapat paripurna dipimpin langsung Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pelalawan, H. Baharuddin, Senin (31/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing anggota DPRD menyampaikan berbagai aspirasi yang dihimpun langsung dari masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
Dari lima Dapil, persoalan infrastruktur jalan dan fasilitas dasar menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga menyoroti sektor pendidikan, kesehatan, drainase, air bersih, hingga pemerataan pembangunan.
Infrastruktur dan Banjir Jadi Sorotan.Anggota DPRD dari Dapil I, Rustam Sinaga, menyampaikan aspirasi masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci yang masih didominasi persoalan infrastruktur.
Mulai dari perbaikan jalan, drainase, hingga persoalan banjir menjadi perhatian masyarakat. Selain itu, masih terdapat sarana dan prasarana sekolah serta fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, yang dinilai belum maksimal.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pelalawan dapat menempatkan program pembangunan secara merata dan memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur.
Pembangunan sarana dan prasarana diharapkan menjadi salah satu skala prioritas dalam penyusunan APBD Kabupaten Pelalawan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Sementara itu, anggota DPRD dari Dapil II, Asnol Mubarok, yang meliputi Kecamatan Pelalawan, Bunut, Bandar Petalangan, Meranti dan Kuala Kampar, menyampaikan masih banyak wilayah yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurutnya, kawasan tersebut masih relatif tertinggal dari sisi kemajuan infrastruktur. Persoalan akses jalan serta ketersediaan saluran dan jaringan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang disuarakan masyarakat.
Pemerataan pembangunan dinilai penting agar masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman Pelalawan juga dapat menikmati pelayanan dasar dan infrastruktur yang layak.
Anggota DPRD Dapil III, Tarmizi, menyampaikan aspirasi masyarakat Kecamatan Ukui dan Kerumutan.
Sejumlah persoalan yang mengemuka di antaranya kondisi jalan, tapal batas wilayah, pendidikan dan kesehatan yang dinilai masih belum memadai.
Selain itu, masih banyak infrastruktur dasar yang belum tersedia di sejumlah wilayah. Masyarakat berharap pemerintah dapat menempatkan pembangunan di Dapil III sebagai salah satu skala prioritas untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.
Persoalan lain yang turut menjadi sorotan yakni minimnya tenaga guru, terutama di daerah terpencil. Pemenuhan tenaga pendidik dinilai penting agar masyarakat di wilayah pelosok mendapatkan hak pendidikan yang sama.
Dari Dapil IV yang meliputi Kecamatan Pangkalan Kuras dan Pangkalan Lesung, anggota DPRD Bakri menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat.
Di antaranya terkait keterlambatan bantuan bagi honorer Pos Pembantu Puskesmas (Postu) serta kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan.
Persoalan tersebut diharapkan mendapat perhatian pemerintah daerah agar pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, terutama di wilayah yang akses infrastrukturnya masih membutuhkan peningkatan.
Sementara anggota DPRD Dapil V, Roza, menyampaikan aspirasi masyarakat Kecamatan Langgam dan Bandar Seikijang.
Masyarakat mengharapkan pembangunan infrastruktur jalan yang memadai, perbaikan drainase, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan.
Di sektor pendidikan, masih ditemukan persoalan minimnya tenaga pengajar serta kebutuhan renovasi sekolah. Sedangkan di bidang kesehatan, masyarakat menyoroti masih minimnya tenaga bidan desa.
Selain pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar, aspirasi mengenai pemekaran wilayah juga menjadi salah satu perhatian masyarakat Dapil V.
Dari rangkuman laporan seluruh Dapil, terdapat sejumlah aspirasi yang dinilai memiliki tingkat urgensi tinggi dan membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Pertama, pembangunan dan perbaikan infrastruktur dasar, terutama jalan dan drainase. Infrastruktur menjadi persoalan yang hampir merata disampaikan masyarakat di berbagai Dapil, termasuk persoalan banjir dan akses menuju kawasan permukiman serta fasilitas pelayanan publik.
Kedua, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Renovasi sekolah, pembangunan fasilitas pendidikan serta pemerataan tenaga guru, khususnya di daerah terpencil, menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
Ketiga, penguatan pelayanan kesehatan. Ketersediaan sarana dan prasarana puskesmas, Postu, serta pemerataan tenaga kesehatan seperti bidan desa menjadi bagian penting dari aspirasi masyarakat.
Keempat, pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih, khususnya bagi wilayah yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap jaringan air bersih.
Kelima, pemerataan pembangunan antarwilayah. Masyarakat berharap penyusunan program dan APBD tidak hanya terfokus pada wilayah tertentu, tetapi mampu menjangkau daerah pedalaman, pesisir dan kawasan yang selama ini masih tertinggal.
Aspirasi hasil reses tersebut selanjutnya diharapkan menjadi bahan DPRD dalam menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan, sekaligus menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam menyusun kebijakan pembangunan.
Melalui hasil reses, DPRD menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat harus menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah, sehingga APBD Pelalawan benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan secara merata. (Sur)
