Kadis DKUPP Subang Yeni Nuraeni Tinjau Pasar Tradisional, Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman

0 0
Read Time:1 Minute, 31 Second

Subang, RBO – Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat. Hasil pemantauan, harga mengalami kenaikan, tapi stok masih aman.

Kepala DKUPP Kabupaten Subang Yeni Nuraeni mengatakan memasuki musim kemarau harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan. Hal ini berdasarkan pantauannya di Pasar Tradisional Subang.

Kebutuhan pokok mengalami kenaikan diantaranya yang cukup signifikan seperti Kacang tanah, jagung dan timun itu kenaikannya di atas 50 persen.

“Kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan 50-80 persen di antaranya kacang tanah dari harga Rp 30.000 menjadi Rp 45.000 per kg, timun dan jagung dari harga Rp 8.000 menjadi Rp 15.000 per kg,” ucapnya.

Sementara harga kebutuhan pokok lainnya yang mengalami kenaikan hanya sekitar 25 persen di antaranya cabai merah, daging ayam dan beras.

“Cabai merah dari Rp 40.000 jadi Rp 50.000 per kg, daging ayam dari Rp 30.000 naik jadi Rp 40.000 per kg, sementara beras mengalami kenaikan Rp 1.000 perliter. Untuk daging sapi masih normal,” katanya.

Selain itu untuk harga sayuran juga mengalami kenaikan sekitaran sekitar 10 persen, sementara harga telur mengalami penurunan dari Rp 30.000 menjadi Rp 26.000-28.000 per kgnya.

Adapun untuk stok kebutuhan pokok di Kabupaten Subang, sejauh ini masih aman tak mengalami kelangkaan sekalipun mengalami kenaikan, namun kedatangan beli masyarakat sedikit menurun.

“Kenaikan harga ini dipicu oleh petani tak bisa tanam, akibat minimnya pasokan air. Sementara stok kebutuhan pokok di pasaran masih aman,” tandasnya.

Terkait kenaikan harga kebutuhan pokok, DKUPP Kabupaten Subang akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan dan pihak terkait lainnya untuk mengadakan operasi pasar murah.

“Kita akan koordinasikan dulu dengan pihak terkait termasuk pak Bupati Subang. Mudah-mudahan bisa gelar operasi pasar murah tersebut guna meningkatkan daya beli masyarakat dan menekan kenaikan harga di pasaran,” pungkasnya. (A. Wahyudin/Yaya.s)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *