Jangan Menjadi Setan Bisu dan Jubir Setan

0 0
Read Time:6 Minute, 9 Second

Penulis: Abd.Mukti – Pemerhati Kehidupan Beragama

Dalam Islam, istilah Setan Bisu (Syaithan Akhros) dan Jubir Setan ( Syaithan Nathiq) bukanlah jenis makhluk gaib baru, melainkan sebagai julukan untuk orang yang diam saat terjadi kemunkaran (setan bisu) dan bahkan mendukung kemunkaran itu (jubir setan).

Istilah setan bisu dan jubir setan berasal dari ungkapan seorang ulama salaf Abu ‘Ali ad-Daqqaq an-Naisaburi Asy-Syafi, yang dinukil oleh imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim sbb. :

الساكت عن الحق شيطان أخرس، والناطق بالباطل شيطان ناطق

“Orang yang diam dari kebenaran itu adalah setan bisu, namun orang orang bicara dengan kebatilan itu adalah setan yang berbicara (jubir setan).

Kendati bukan hadis, isi dan jiwa kalimat tersebut sejalan dengan QS Ali Imran ayat 104, at-Taubah:71, dan lainnya. Juga seirama dengan makna banyak hadis amar makruf dan nahi mungkar

Setiap Muslim wajib beramar ma’ruf nahi munkar. Kewajiban ini perintah langsung dari Allah dan RasulNya dalam Al-Quran dan Hadits. Jika dilaksanakan dengan baik,insya Allah umat Islam akan menjadi umat terbaik.(Q.S.Ali Imran : 104).

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

“Barangsiapa yang melihat satu kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman”. [HR Muslim].

Hadits ini menunjukkan bahwa amar ma’ruf nahi munkar itu hukumnya wajib. Kalau dilaksanakan akan mendapat pahala dan manfaatnya besar sekali. Dan jika ditinggalkan sangatlah besar dosa dan efeknya.

Di dunia ini akan selalu muncul kemungkaran dan kezaliman. Ini sudah sunnatullah. Kebenaran Islam akan selalu berhadapan dengan kebathilan.

Masalahnya saat terjadi kemungkaran dan kezaliman itu orang-orang banyak yang diam tak peduli dengan kondisi yang terjadi.

Tiap saat menyaksikan kemunkaran di media sosial, tapi tak bereaksi. Yang penting bagi mereka selamat dan dapat beribadah shalat baca tahlil dan tasbih di masjid, tapi tak peduli dengan maraknya kezaliman di luar masjid.

Dan mereka inilah masuk profil ‘Syaithan Akhras’ alias setan bisu, karena meninggalkan kewajiban amar makruf nahi munkar.

Dan ada orang yang lebih parah lagi. Mereka tak saja peduli dengan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar saja, tapi mereka juga mendukung dengan berbagai dalih dan argumentasi untuk melegalisasi kezaliman itu.

Mereka ini bisa saja dari kalangan ulama suu’ atau buzzer yang memang mendapat gaji yang tidak sedikit jumlahnya.Padahal apa yang didukung itu kezaliman yang bukan saja melanggar syariat juga merugikan masyarakat.

Orang semacam inilah yang disebut ‘syaithan nathiq’ -setan yang berbicara alias Jubir Setan. Na’udzubillah mindzalik.

Ancaman untuk Jubir Setan

Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 174 mengecam keras orang-orang yang menyembunyikan kebenaran dari kitab Allah dan menukarnya dengan keuntungan duniawi.

Mereka diancam tidak akan diajak bicara maupun disucikan oleh Allah pada hari Kiamat, serta akan mendapat azab yang sangat pedih.

Ini teksnya :

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَيَشْتَرُونَ بِهِۦ ثَمَنًۭا قَلِيلًا ۙ أُو۟لَـٰٓئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِى بُطُونِهِمْ إِلَّا ٱلنَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ١٧٤

”Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab, dan menjualnya dengan harga murah (sedikit), mereka itu sebenarnya hanya menelan api ke dalam perutnya dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang sangat pedih.” (QS. Al-Baqarah: 174)

Ahli Tafsir: Sebab Nuzul Al-Baqarah 174 Syekh Al-Alusi menjelaskan sababun nuzul ayat 174 dari surat Al-Baqarah dalam tafsirnya. Ia menyebutkan:

والأية نزلت كما روي عن ابن عباس في علماء اليهود كانوا يصيبون من سفلتهم هدايا وكانوا يرجون أن يكون النبي المبعوث منهم فلما بعث من غيرهم كتموا وغيروا صفته صم حتى لا يتبع فتزول رياستهم وتنقطع هداياهم

“Ayat ini turun sebagaimana riwayat Ibnu Abbas terkait ulama Yahudi yang mendapatkan pemberian dari pengikut-pengikut mereka. Mereka juga mengharapkan nabi (terakhir) yang akan diutus adalah dari kalangan mereka.

Kemudian ketika ternyata nabi yang diutus bukan dari kalangan mereka, mereka menyembunyikan dan mengubah sifat Nabi Saw (yang ada dan tertulis dalam kitab suci mereka).

Sehingga ketika tidak diikuti, mereka khawatir kepemimpinan dan pemberian dari pengikut-pengikut mereka akan hilang dan terputus. (Mahmud Al-Alusi, Ruhul Ma’ani, [Beirut, Ihyaut Turats Al-Arabi], juz II, halaman 43).

Larangan Universal:

Meskipun ditujukan kepada Ahli Kitab, para ulama sepakat bahwa peringatan ini bersifat universal dan berlaku bagi siapa saja. Ini mencakup ulama atau siapa saja yang menyembunyikan ilmu agama yang diketahuinya, serta mereka yang berdakwah atau menyampaikan ilmu demi mencari keuntungan dunia (harta, popularitas, atau jabatan) yang nilainya sangat murah dibanding akhirat.

Di ayat selanjutnya ditegaskan :

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلْهُدَىٰ وَٱلْعَذَابَ بِٱلْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَآ أَصْبَرَهُمْ عَلَى ٱلنَّارِ

“Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! ” (QS.Al-Baqarah : 175).

Surat Al-Baqarah ayat 175 mengecam mereka yang menukar petunjuk dan ampunan Allah dengan kesesatan dan azab. Ayat ini mengkritik orang-orang yang menyembunyikan kebenaran demi keuntungan duniawi, serta menegaskan penyesalan dan ancaman siksa neraka bagi mereka.

Jika Tak Ada Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Ketika maksiat berkeliaran di tengah-tengah umat manusia, penyelewengan merata di mana-mana sedangkan setan bisu dan jubir setan semakin banyak, maka Allah akan menimpakan kepada umat ini beberapa malapetaka yang mengerikan yaitu antara lain :

1.Rusaknya tatanan masyarakat, baik ekonomi maupun politik (HR.Bukhari dari Nu’man bin Basyir).

2.Hilangnya rasa aman, baik di tingkat pribadi maupun masyarakat.(QS.Thaha 123-124).

3.Munculnya bencana alam : peceklik,kekeringan dan hilangnya keberkahan pada rizki (QS.Al-‘araf : 96).

4.Tidak dikabulkannya doa (HR.Tirmidzi).

5.Turunnya berbagai musibah (QS.Al-Anfal : 25).

6.Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr KH Didin Hafidhuddin menyatakan : jika kita meninggalkan amar makruf nahi munkar maka sanksinya sangat berat. Sesuai hadis Nabi, jika meninggalkan amar makruf nahi munkar maka akan dihadirkan pemimpin buruk dan doanya tidak diterima.

“Allah akan memberikan kepemimpinan atau kekuasaan yang mengendalikan kalian yaitu dari kalangan orang-orang yang buruk, kalau kita diam tidak berbuat apapun juga, tidak mengkoreksi, maka yang jadi penguasa adalah orang yang buruk di antara kalian. Kemudian orang-orang yang baik (tapi diam tidak melakukan amar makruf nahi munkar) itu berdoa kepada Allah maka doanya tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” jelasnya (Suara Islam, 19/04/2023).

Itulah antara lain malapetaka yang disebutkan dalam Al-Quran dan Hadits serta Ulama jika kewajiban amar ma’ruf nahi munkar kurang mendapat perhatian umat. Semoga menjadi perhatian kita bersama.

Nashrun minallahi Wafathun Qariib.

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *