SMK Korpri Sumedang Sukses Gelar Pasanggiri Tari Umbul, Perebutkan Piala Bergilir Bupati Sumedang
SUMEDANG, RBO – SMK Korpri Sumedang sukses menyelenggarakan kegiatan Pasanggiri Tari Umbul sebagai upaya pelestarian budaya lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumedang.
Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kreativitas generasi muda sekaligus menumbuhkan jiwa sportivitas di kalangan pelajar.
Pasanggiri tersebut diikuti oleh 178 peserta yang berasal dari 17 sekolah, terdiri dari 15 SMP dan 2 MTs di Kabupaten Sumedang.
Antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak menjadi bukti nyata tingginya perhatian terhadap pelestarian budaya daerah.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan diperebutkannya Piala Bergilir Bupati Sumedang sebagai simbol penghargaan dan motivasi bagi seluruh peserta.
Selain itu, peserta juga memperebutkan Piala Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang serta Piala Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang.
Kepala SMK Korpri Sumedang, Dahlan, mengaku bersyukur atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir berjalan dengan lancar, tertib, dan memberikan hasil yang sangat baik.
Ia menambahkan bahwa Sumedang merupakan daerah yang kaya akan budaya lokal yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.
Salah satu warisan budaya yang menjadi kebanggaan daerah adalah Tari Umbul, tarian tradisional khas Sumedang yang kini dikenal luas sebagai bagian penting dari budaya Sunda.
Tari Umbul memiliki ciri khas gerakan pinggul yang lincah, penggunaan kacamata hitam, serta ekspresi yang menggambarkan ketangguhan, rasa syukur, dan kritik sosial masyarakat agraris.
Dalam perkembangannya, tarian ini juga kerap dipadukan dengan unsur pencak silat serta penggunaan selendang sebagai properti utama pertunjukan.
Secara historis, Tari Umbul diperkirakan mulai berkembang di Sumedang sekitar tahun 1940-an. Tarian ini lahir sebagai bentuk sindiran dan protes masyarakat terhadap penjajahan Belanda.
Pada masa lalu, para penari sering berinteraksi langsung dengan penonton melalui simbol-simbol tertentu menggunakan selendang atau sarung.
Atas nilai sejarah dan budayanya yang tinggi, Tari Umbul resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2018.
Dahlan berharap penyelenggaraan Pasanggiri Tari Umbul ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah maupun lembaga lainnya untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya daerah. (Rio)
