Polda Sumsel Siapkan Rekrutmen Akpol hingga Tamtama 2026, Publik Diminta Ikut Awasi
Palembang, RBO – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan penerimaan terpadu Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026.
Langkah awal tersebut ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin Wakapolda Sumsel Rony Samtana, Kamis (12/3/2026), di Ruang Video Conference Gedung Presisi Polda Sumsel.
Rapat ini menjadi tahap awal konsolidasi internal guna memastikan seluruh tahapan seleksi penerimaan Polri di wilayah Sumatera Selatan berjalan secara transparan, objektif, dan akuntabel.
Dalam rapat tersebut, turut hadir Karo SDM Polda Sumsel Sudrajad Hariwibowo, Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Sumsel Fachrudidin Jaya, serta para pejabat utama di lingkungan Polda Sumsel.
Selain itu, sejumlah direktur dan kepala bidang juga dilibatkan, di antaranya Dir Intelkam, Dir Reskrimum, Dir Reskrimsus, Dir Lantas, Dir Samapta, Dir Binmas, Dir Pamobvit, Dir Polairud, Dansat Brimob, Kabid Propam, Kabid Humas, Kabid TIK, serta Kabid Dokkes.
Keterlibatan lintas satuan kerja tersebut menunjukkan keseriusan Polda Sumsel dalam mempersiapkan proses rekrutmen anggota Polri yang profesional dan terintegrasi.
Dalam arahannya, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri merupakan gerbang utama dalam pembentukan sumber daya manusia Polri yang profesional dan berintegritas.
“Seleksi penerimaan Polri adalah gerbang utama pembentukan personel berkualitas. Kita harus memastikan prosesnya bersih tanpa intervensi, sehingga yang masuk benar-benar putra-putri terbaik bangsa yang layak menjadi anggota Polri,” tegasnya.
Menurutnya, proses rekrutmen yang transparan akan melahirkan personel Polri yang memiliki kompetensi, integritas, serta dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penerimaan terpadu Polri setiap tahun memang selalu menjadi perhatian publik karena menjadi tolok ukur integritas institusi kepolisian.
Karena itu, Polda Sumsel berkomitmen menjalankan seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sekaligus memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi proses rekrutmen Polri.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut mengawasi proses penerimaan Polri. Jika ada indikasi penyimpangan, segera laporkan kepada kami. Rekrutmen yang bersih adalah komitmen Polda Sumsel kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh satuan kerja yang terlibat akan segera menyiapkan personel, sarana, serta mekanisme teknis yang diperlukan dalam setiap tahapan seleksi.
Langkah ini sekaligus menegaskan kesiapan Polda Sumatera Selatan dalam menyelenggarakan penerimaan terpadu Akpol, Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 secara profesional, transparan dan berintegritas. (Nov)
