Semarak Hari Kedua Pekan Pancasila 2026, Kodim 0610/Sumedang Teguhkan Ideologi Bangsa di Tengah Tantangan Global
Sumedang, RBO – Kegiatan Pekan Pancasila Staf Teritorial Mabes TNI Tahun 2026 memasuki hari kedua dengan penuh semangat dan antusiasme di Aula Pandawa Sakti Makodim 0610/Sumedang, Jalan Pangeran Kornel No. 164, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis (26/02/2026).
Mengusung tema “Satukan Tekad dan Semangat Juang Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Rangka Menjaga Stabilitas Ketahanan Wilayah”
kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika tantangan global.
Acara dihadiri oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, unsur Forkopimda Kabupaten Sumedang, Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh Kusuma Ardianto, S.I.P., M.Han, perwakilan Kapolres, Kajari, Pengadilan Negeri, Denpom, Baznas, akademisi dari Universitas IKOPIN, serta Tim Staf Teritorial Mabes TNI. Turut hadir pula berbagai elemen masyarakat, mulai dari Satpol PP, BPBD, Damkarmat, Linmas, organisasi KBT (FKPPI, GM FKPPI, PPM, HIPAKAD), KNPI, mahasiswa IKOPIN, UNPAD, UNSAP, pelajar SMA IT, SPPN Tanjungsari, Pramuka Saka Wira Kartika, hingga Kader Bela Negara.
Kegiatan diawali dengan pentas seni musik angklung yang menambah nuansa kebangsaan, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, doa, serta penyampaian materi.
Dalam pemaparannya, Dandim 0610/Sumedang menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, sehingga memerlukan dasar pemersatu yang kokoh.
Pancasila, yang dirumuskan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI dan disepakati sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945 dalam Pembukaan UUD 1945, menjadi ideologi nasional yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia.
“Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar ideologi negara. Nilai-nilainya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari guna mencapai masyarakat yang adil dan makmur,” tegasnya.
Sementara itu, materi kedua yang disampaikan Pabandya-2 Bindemografi Paban III/Tahwil Ster TNI menyoroti pentingnya internalisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sejalan dengan Misi Presiden melalui 8 Asta Cita sebagai prioritas nasional.
Disampaikan pula bahwa arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang masif membawa tantangan tersendiri, seperti memudarnya etika sosial, moral, budaya, serta menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme.
Selain itu, masih terdapat persoalan kurangnya pemahaman dan keteladanan terhadap nilai-nilai Pancasila, eksklusivisme sosial, hingga kesenjangan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh komponen bangsa, khususnya generasi muda, semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan, memperkuat ketahanan wilayah, serta menghadapi berbagai tantangan zaman.
Kegiatan Pekan Pancasila hari kedua berlangsung tertib, aman, dan lancar, serta ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Nbbn)
