Dugaan Penyelewengan Dana BOS Menguat, Inspektorat Didesak Audit SDN Kebon Peuteuy
SUKABUMI, RBO – Buntut dari mencuatnya kondisi memprihatinkan bangunan SD Negeri Kebon Peuteuy di Kabupaten Sukabumi, gelombang desakan dari masyarakat dan wali murid kian memanas. Alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya menyasar pemeliharaan sarana prasarana kini menjadi tanda tanya besar.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi belum membuahkan hasil.
Sementara itu, Kepala SDN Kebon Peuteuy yang sebelumnya dilaporkan sulit ditemui, hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait rusaknya plafon dan struktur atap yang mengancam nyawa siswa tersebut. Kamis 26/02/2026.
Ketiadaan transparansi ini memicu spekulasi liar di kalangan wali murid. Mereka mempertanyakan ke mana larinya anggaran pemeliharaan ringan yang rutin dikucurkan setiap tahun.
“Kami tidak butuh alasan ‘sedang di luar’. Kami butuh kepastian kapan anak-anak kami bisa belajar tanpa rasa takut tertimpa genting,” ujar salah satu perwakilan wali murid dengan nada kecewa.
Berdasarkan investigasi lanjutan di lapangan, berikut adalah poin-poin utama yang dituntut oleh warga dan pengamat:
Audit Investigatif: Meminta Inspektorat Kabupaten Sukabumi turun tangan memeriksa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana BOS SDN Kebon Peuteuy dalam 3 tahun terakhir.
Transparansi Anggaran: Meminta pihak sekolah memampang papan informasi realisasi anggaran agar dapat dipantau langsung oleh masyarakat.
Langkah Darurat: Mendesak perbaikan sementara pada bagian kayu penyangga yang membusuk sebelum memasuki puncak musim penghujan.
Analisis Pengamat: “Pembiaran Adalah Kejahatan”. Terang salah satu pengamat Pendidikan. (Amud)
