Mayat Perempuan Mengapung disawah, Gegerkan Warga Desa Penyandingan Sp.Padang.

0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

OGAN KOMERING ILIR, RBO — Warga Desa Penyandingan, Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di area persawahan, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tertelungkup di dalam air. Setelah dilakukan identifikasi, korban diketahui berinisial J (64), seorang ibu rumah tangga yang merupakan warga Desa Penyandingan, Kecamatan SP Padang.

Penemuan mayat bermula saat seorang warga berinisial SAR hendak menuju sawah menggunakan perahu.

Ketika melintas di lokasi kejadian, saksi melihat benda mencurigakan menyerupai tubuh manusia yang mengambang di air.

Setelah didekati, saksi memastikan bahwa benda tersebut merupakan sesosok mayat perempuan.

Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Penyandingan yang selanjutnya diteruskan ke petugas piket Polsek SP Padang. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal serta mengamankan area sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan Etin, anak korban, almarhumah berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB dengan tujuan memancing ikan di area persawahan. Biasanya, korban pulang saat waktu makan siang. Namun hingga pukul 12.00 WIB, korban belum kembali ke rumah.

Sekitar pukul 13.00 WIB, sepupu korban bernama Nesu menghubungi Etin dan memberitahukan bahwa ibunya telah ditemukan meninggal dunia di lokasi yang biasa digunakan korban untuk memancing ikan.

Menurut keterangan keluarga, almarhumah memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan jantung.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto SH SIK MH melalui Kapolsek SP Padang Iptu Ade Candra membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Petugas Polsek SP Padang langsung melakukan pengecekan di TKP, mengamankan lokasi, serta melakukan identifikasi awal terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan jantung. Keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” jelasnya.

Pihak kepolisian sempat menyarankan agar jenazah dibawa ke RSUD Kayuagung untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Namun pihak keluarga menolak dan menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Keluarga juga bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan serta tidak akan menuntut di kemudian hari.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman. (Nov)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *