Pasca Autopsi, Mayat di Kebun Warga seorang Konsultan bernama Hengky Rumba

0 0
Read Time:2 Minute, 14 Second

Subang, RBO – Identitas mayat seorang laki-laki yang ditemukan tewas mengenaskan di Perkebunan milik warga Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, akhirnya terungkap.

Ia merupakan warga asal Toraja diketahui bernama Hengky Rumba (66). Bekerja sebagai konsultan di Jakarta.

Sebelumnya, penemuan jasad korban ini membuat geger warga Subang. Pertama kali ditemukan oleh seorang anak kecil yang hendak memetik buah nangka bersama ayahnya, pada Sabtu (3/1/2026) siang.

Dugaan kuat, melihat kondisi jasad yang penuh luka sayatan di bagian wajah dan leher ia merupakan korban pembunuhan.

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono melalui Kasat Reskrim Polres Subang AKP Bagus Panuntun menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan serangkaian penyelidikan lanjutan.

Autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan dan sementara ditemukan adanya unsur kekerasan, meski motif pasti masih dalam pengembangan.

Korban Bekerja di Jakarta

Korban Hengky Rumba (66), diketahui sebagai warga Toraja yang bekerja sebagai konsultan dan berdomisili di Jakarta.

Berdasarkan keterangan kerabat korban, David Allorerung yang dihubungi Minggu sore, korban selama ini tinggal dan beraktivitas di Jakarta.

“Beliau kerja sebagai konsultan di salah satu perusahaan di Jakarta. Kami belum tahu kenapa beliau ada di Subang. Kita tunggu perkembangan penyelidikan dari Polisi,” ujarnya.

Informasi sementara yang dihimpun, rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan korban sempat melintas seorang diri menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di area kebun. Sepeda motor dan ponsel korban diketahui raib.

 

Jadi Perhatian Khusus DPR RI

Dugaan kuat adanya tindak pembunuhan membuat perhatian publik tertuju pada penanganan aparat penegak hukum, sekaligus menanti kejelasan atas peristiwa yang merenggut nyawa korban tersebut.

Di tengah suasana duka itu, Anggota Komisi 3 DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (Purn) Drs Frederik Kalalembang (JFK), menunjukkan respons cepat.

Pada Minggu (4/1/2026), Frederik menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga korban sekaligus memastikan bahwa proses penegakan hukum berjalan secara serius, profesional, dan transparan.

Frederik Kalalembang langsung bergerak begitu menerima informasi awal terkait kasus tersebut. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral, ia segera menghubungi Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, guna memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mengingat kuatnya indikasi tindak pidana pembunuhan terhadap korban.

“Atas nama pribadi dan sebagai wakil rakyat, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ini peristiwa yang sangat memprihatinkan dan menyisakan luka, khususnya bagi keluarga besar Toraja,” ujar Frederik dalam keterangannya.

Menurut Frederik, penanganan perkara semacam ini harus dilakukan secara cermat dan komprehensif. Aparat kepolisian, kata dia, perlu melakukan identifikasi menyeluruh, mengumpulkan seluruh keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian, menelusuri pergerakan korban sebelum peristiwa terjadi, serta mendalami seluruh informasi pendukung, termasuk rekaman CCTV dan keberadaan barang milik korban.

Langkah tersebut dinilai penting agar rangkaian peristiwa dapat terungkap secara utuh dan objektif. (A. Wahyudin)

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *