66 Peserta Pelatda OKI Ditempa Menuju Jepang, Wabup: Bawa Nama Daerah hingga NKRI
OKI, RBO – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai menyiapkan tenaga kerja berdaya saing global melalui Pelatihan Daerah (Pelatda) Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026/2027. Sebanyak 66 peserta mengikuti program yang resmi dibuka pada Rabu (29/4) di Gedung Diklat BKPSDM Teluk Gelam.
Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengingatkan para peserta agar menjaga nama baik selama mengikuti program. Menurutnya, para peserta tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga nama daerah hingga negara.
“Jaga nama baik keluarga, bukan hanya kabupaten dan provinsi. Di pundak kalian itu membawa nama Indonesia (NKRI),” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan dalam program ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan, sikap, dan mental selama menjalani pelatihan.
“Manfaatkan pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, karena dari sini akan terlihat siapa yang benar-benar siap melangkah ke tahap berikutnya,” ujarnya .
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI, Antonio Romadhon, menjelaskan bahwa pelatda merupakan tahapan awal yang sangat krusial dalam proses seleksi menuju pemagangan ke Jepang.
“Pelatihan ini merupakan tahap awal untuk membentuk tenaga kerja yang disiplin, tangguh, dan berdaya saing global,” kata Antonio.
Ia menjelaskan, program pelatihan dirancang secara komprehensif guna mempersiapkan peserta dari berbagai aspek, mulai dari kesiapan mental, fisik, hingga penguasaan dasar bahasa Jepang dan pemahaman budaya kerja.
“Selain itu, pelatda ini juga menjadi ajang penyaringan untuk menentukan peserta yang akan melanjutkan ke tahap seleksi nasional,” tambahnya.
Pelatda ini diikuti oleh 66 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten OKI serta sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan. Kegiatan berlangsung selama 60 hari, terhitung sejak 23 April hingga 23 Juni 2026, dan dipusatkan di Gedung Diklat BKPSDM Teluk Gelam.
Program pemagangan ke Jepang sendiri menjadi salah satu jalur strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil sekaligus membuka peluang kerja di luar negeri bagi generasi muda daerah. (Nov)
