Yuk Kita Berpuasa Ramadhan Dengan Khusyu

0 0
Read Time:4 Minute, 26 Second

Penulis: Abd Mukti – Pemerhati Kehidupan Beragama

Puasa Ramadhan yang disyariatkan Allah atas orang-orang beriman itu bukan sekedar menahan diri untuk tidak makan dan minum sejak fajar sampai maghrib, tapi juga menahan lisan,pandangan, pendengaran dan hati dari hal-hal yang dilarang, karena dapat merusak pahala puasa.

Tujuan akhir puasa Ramadhan adalah takwa kepada Allah swt.(QS.Al-Baqarah : 183). Konsekuensinya puasanya harus benar-benar baik sesuai sunnah Rasulullah saw.

Sudah seharusnyalah kita dalam berpuasa jangan menodai puasa Ramadhan dengan hal-hal yang dapat merusak pahala puasa.

Berdasarkan Ramadhan-ramadhan yang lalu ada beberapa kesalahan yang selalu berulang seolah tak mau tahu bahwa perilakunya di bulan suci ini menodai ibadah shaum Ramadhan. Antara lain kesalahan nya :

1. Melakukan Kemaksiatan.

Sebagian orang yang berpuasa masih suka maksiat di bulan Ramadhan. Masih suka bohong, mengumpat, dan suka banget lihat konten porno di HP. Padahal ini jelas haram hukumnya. Walaupun puasanya sah tapi rusaklah pahala puasanya sehingga yang ia dapatkan hanya lapar dan haus. Sebagaimana sabda Nab saw,

من لم يدعْ قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

“Siapa yang berpuasa, namun tidak meninggalkan dan masih mengucapkan kebohongan dan tuduhan yang tidak benar, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minum.”(HR.Al-Bukhari).

Subhanallah, itu peringatan tegas dari Allah. Allah Ta’ala tak butuh kepada orang yang puasa tapi masih tukang pembohong, tidak jujur, dan kemasiatan lain yang haram dilakukan oleh setiap muslim.

2.Berakhlak Buruk

Disyariatkannya puasa Ramadhan agar menjadi orang yang bertakwa. Untuk itu seorang yang berpuasa jangan berakhlak buruk seperti : cepat emosi, mudah tersinggung, usil berteriak-riak، galak terhadap keluarga, sering mengumpat orang lain serta perilaku keras dan kasar lainnya.

Maka, ini semua bertentangan dengan hikmah dilaksanakannya puasa. Sebagaimana hadits Rasulullah saw,

والصيام جُنَّة، فإذا كان يوم صوم أحدِكُم فلا يَرْفُثْ ولا يَصْخَبْ فإن سَابَّهُ أحَدٌ أو قَاتَلَهُ فليَقل: إنِّي صائم

“Puasa adalah perisai. Maka, pada hari salah seorang kalian berpuasa, janganlah ia bicara kotor dan jangan teriak-teriak (memancing keributan). Jika seseorang mencela atau memusuhinya, hendaknya ia mengatakan, ‘Aku sedang puasa.”(HR.Al-Bukhari).

3. Bermalas-malas di siang hari.

Sebagian orang menjadikan Ramadhan sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Padahal bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah.Allah buka pintu-pintu surga selebar-lebarnya, pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat, dan setan dibelenggu(HR.Bukhari dan Muslim).

Betapa ruginya orang yang hidup di bulan mulia ini tidak semangat untuk beramal ibadah. Tahun depan kita belum tentu masih hidup sudah dipanggil Allah Ta’ala.Sudah seharusnya di bulan penuh berkah ini semangat shalat berjamaah.

Jangan gegara buka puasa, shalat fardhunya tidak berjamaah. Tilawah, tadarus Al-Quran pun harus inten, bahkan harus diupayakan ‘tadarus bilmakna’ sehingga benar-benar memahami makna kandungan kitab suci Al-Quran.

Sebagian orang juga menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk tidur sepanjang hari, dengan berdalil menggunakan hadits,

نوم الصائم عبادة

“Tidurnya orang yang puasa adalah ibadah.”(HR.Al-Baihaki).

Padahal, hadis ini adalah hadis lemah (Al-Silsilah Al-Dha’ifah, no. 4696) tidak bisa digunakan sebagai dalil. Maka, orang yang puasa seharusnya tetap produktif baik untuk kemaslahatan dunia maupun akhirat.

4. Banyak Makan dan minum

Sebagian orang yang berpuasa justru menjadikan Ramadhan sebagai ‘bulan banyak makan’. Mengapa ? Kalau diluar Ramadhan, normal-normal saja makannya.

Tapi masuk Ramadhan banyak ‘ngoleksi makanan,’ baik bikinan sendiri maupun beli di ‘pasar beduk’ yakni pasar khusus menjelang maghrib yang menyediakan kuliner menu Ramadhan.

Padahal jelas bahwa Allah SWT tidak menyukai sikap berlebih-lebihan (israf atau ghuluw) dalam segala hal, baik dalam makan, minum, berpakaian, maupun beribadah.

Larangan ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, terutama Surat Al-A’raf ayat 31: “…makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. Sikap moderat (pertengahan) sangat dianjurkan untuk menghindari kesombongan, pemborosan, dan dampak buruk bagi diri sendiri

5 Kendur beribadah di akhir Ramadhan

Awal Ramadhan, masjid penuh bahkan tak muat dengan jamaah shalat tarawih.Tapi menginjak pekan kedua sudah berkurang jamaahnya.

Puncaknya di sepuluh hari terakhir jamaah banyak yang libur alias tak shalat tarawih di masjid, mungkin di rumah atau di tempat belanjaan.

Fenomena itu sudah dianggap biasa, padahal di malam terakhir Ramadhan ada ‘lailatul-qadar’- malam kemuliaan. Beribadah di malam lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan lainnya yang tidak terdapat lailatul qadar. Firman Allah,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barangsiapa yang mendirikan lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang lalu”.

Kata قَامَ  “mendirikan” pada hadits di atas dapat diwujudkan dalam bentuk shalat, berdzikir, berdo’a, membaca al-Qur-an dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Insya Allah jika kita dalam berpuasa Ramadhan dengan baik،,Pintu Surga Arrayyan menanti kita orang-orang yang berpuasa Ramadhan dengan baik sesuai dengan aturan syariat Islam. Untuk itu yuk kita berpuasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Wallahu a’lam.

About Post Author

redi setiawan

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *